Gorontalo Genjot Pertanian Lewat Pemberdayaan Teknologi Digital

Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memaksimalkan potensi pertanian melalui program pemberdayaan dan pelayanan dasar berbasis teknologi digital.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 April 2019  |  20:12 WIB
Gorontalo Genjot Pertanian Lewat Pemberdayaan Teknologi Digital
Ilustrasi petani memanen padi di areal persawahan. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, MANADO—Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memaksimalkan potensi pertanian melalui program pemberdayaan dan pelayanan dasar berbasis teknologi digital.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo akan selalu bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan hal itu sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah tertinggal.

“Kita melakukan pelayanan dasar dan pemberdayaan yang menyasar penduduk miskin dan potensial dengan mendorong partisipatif masyarakat sehingga mampu keluar dari jeratan himpitan ekonomi atau kemiskinan, dengan memaksimalkan dan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki,” katanya dalam workshop Smart Farming 4.0 di Daerah Tertinggal di Gorontalo, sebagaimana dikutip dari siaran pers (25/4/2019).

Darda juga mengatakan penduduk pedesaan mayoritas berprofesi sebagai petani, sehingga sentuhan program kegiatan di desa harus berbasis pertanian. Hal itu diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Hal ini tentunya harus dilakukan secara sistematis, terencana, dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi dan informasi yang ada, petani diharapkan dapat diberdayakan, sehingga tujuan pembangunan dapat dicapai,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Dwi Hartoyo mengatakan smart farming merupakan proses dari yang melibatkan sektor hulu hingga hilir dan saling terintegrasi satu sama lain.

“Beberapa produk peralatan yang berhasil dikembangkan untuk memudahkan dalam fungsi pertanian yang digratiskan di antaranya adalah monitoring kondisi tanah dan cuaca terkini,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa selain Situbondo, Jawa Timur, yang saat ini menjadi pilot project penerapan peran teknologi di bidang pertanian, nantinya konsep ini juga dikembangkan di desa potensi-potensi pertanian lainnya.

“Pengembangan sistem 4.0 basisnya adalah Internet, sehingga saat ini kami bekerja sama dengan infokom yang akan fokus ke wilayah-wilayah potensial yang masih blank spot Internet,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, gorontalo

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top