Pasokan 900 ton Benih Jagung Hidupkan Pertanian Sulsel

Sektor pertanian selalu menjadi salah satu sektor andalan Sulawesi Selatan. Guna mengoptimalkan sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Sulsel juga terus mendorong kualitas produksi dari sisi komoditi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  19:20 WIB
Pasokan 900 ton Benih Jagung Hidupkan Pertanian Sulsel
Petani menjemur jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR -- Sektor pertanian selalu menjadi salah satu sektor andalan Sulawesi Selatan. Guna mengoptimalkan sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Sulsel juga terus mendorong kualitas produksi dari sisi komoditi.

Kali ini dorongan di sektor tersebut dilakukan dengan memberikan suntikan benih jagung pada petani di beberapa daerah di Sulsel. Sebanyak 900 ton bantuan benih dengan nilai Rp33 miliar yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sulsel.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyatakan, program tersebut sejalan dengan program nasional pengembangan komoditas jagung dan padi. Dengan adanya bantuan benih dinilai mampu meningkatkan kualitas produksi hingga penjualan.

"Bantuan 900 ton ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas benih jagung di Sulsel. Bantuan ini diberikan ke kabupaten dengan wilayah yang tidak begitu luas. Agar ada nilai tambah di wilayahnya masing-masing," ungkap Nurdin, Jumat (22/2).

Menurutnya, daerah-daerah yang mendapat bantuan benih justru daerah yang sebelumnya tidak begitu banyak memproduksi komoditas jagung. Ke depan daerah tersebut diharap mampu menjadi sentra perbenihan jagung.

Nurdin memaparkan, suntikan 900 ton benih jagung itu juga merupakan salaah satu strategi untuk tetap menjaga stok dan stabilitas harga jagung di tingkat petani. Sebagai contoh, harga jagung cenderung mengalami penurunan saat masa panen.

Pemerintah provinsi berencana akan merancang proses distribusi jagung. Di mana akan ada regulasi dengan menentukan nilai jagung, misalnya saha dengan membuat UPTD bekerjasama dengan kabupaten penghasil jagung.

"Jadi, sekalipun harga jagung anjlok kita tetap bisa memberikan dengan harga pokok penjualan (HPP). Misalnya saat ini harga jagung Rp3.150 per kilogram, kita naikkan ke harga Rp3.500. Itu kan sudah menguntungkan petani," jelas Nurdin.

Karenanya Nurdin menjamin, bantuan yang diberikan untuk para petani bisa tepat sasaran dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk pihak kepolisian yang merupakan satuan petugas (satgas) pangan yang turut mengawasi penyaluran benih tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sulsel Nurfitriani menjelaskan, adanya bantuan benih ini tentu akan semakin meningkatkan nilai produksi jagung di Sulsel. Apalagi menurutnya, setiap tahun kebutuhan benih di Sulsel mencukupi.

Secara total lahan tanam jagung di Sulsel seluas 450.000 hektare. Pada 2018 lalu produksi jagung Sulsel 2,3 juta ton. Angka tersebut melebihi target produksi yakni 2,1 juta ton. Fitriani juga mengatakan, produksi jagung Sulsel bahkan menduduki posisi tertinggi kedua secara nasional.

"Produksi jagung Sulsel ditunjang dengan teknologi dan infrastruktur yang memadai. Kita punya alat yang mampu mendeteksi bagus tidaknya kualitas jagung kita," kata Fitriani.

Di tahun 2019 ini Fitriani mengaku belum mematok target produksi jagung. Kendati demikian, ia optimistis produksi jagung bisa melebihi capaian pada tahun sebelumnya. Apalagi dengan adanya suntikan 900 ton benih jagung yang akan ditanam di atas lahan seluas 60.000 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel, benih jagung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top