Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelayaran Kolaka-Bajoe, Bus Sempat Terbalik Saat Ombak Hantam Kapal

Otoritas Kesyahbandaran Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menutup sementara rute pelayaran feri Kolaka (Sulawesi Tenggara) - Bajoe (Sulawesi Selatan) karena cuaca buruk.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  17:58 WIB
Sejumlah kapal bersandar di terminal Petikemas Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/1/2019). Angin kencang dan ombak tinggi yang terjadi dalam beberapa hari membuat kapal pengangkut logistik tertahan. - Antara/Abriawan Abhe
Sejumlah kapal bersandar di terminal Petikemas Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/1/2019). Angin kencang dan ombak tinggi yang terjadi dalam beberapa hari membuat kapal pengangkut logistik tertahan. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, KOLAKA – Otoritas Kesyahbandaran Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menutup sementara rute pelayaran feri Kolaka (Sulawesi Tenggara) - Bajoe (Sulawesi Selatan) karena cuaca buruk di Selat Bone yang mengancam keselamatan pelayaran.

Kepala Syahbandar Kolaka, Hasfar di Kolaka, Rabu (23/1/2019), mengatakan bahwa pelayanan pelayaran akan dibuka kembali setelah kondisi perairan Teluk Bone dan Teluk Mekongga Kolaka membaik.

"Syahbandar Kolaka menutup sementara pelayaran feri Kolaka - Bajoe karena instruksi dari Bidang Perhubungan Laut. Kalau cuaca sudah memungkinkan, pelayaran kembali dibuka," kata Hasfar.

BMKG menyebutkan ketinggian gelombang air laut di perairan Teluk Mekongga dan Teluk Bone mencapai 3-4 meter dan kecepatan angin 35 knot.

Pengguna jasa transportasi kapal laut yang akan berpergian dari dan ke wilayah bagian barat Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Wakatobi, Buton Selatan, Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana dan perairan Teluk Bone, Sulawesi Selatan, serta Teluk Mekongga Kolaka, Sulawesi Tenggara, harus waspada karena disasar angin musim barat.

KMP Permata Nusantara yang bertolak dari Pelabuhan Kolaka tujuan Bajoe Bone pada Selasa dini hari (22/1) sekitar pukul 01:29 Wita gagalkan melanjutkan pelayaran karena dihadang gelombang laut dan angin kencang menjadi pelajaran berharga.

KMP Pertama Nusantara milik PT Samudra Pratama yang mengangkut 111 penumpang sesuai manifes dan 12 unit kendaraan roda empat maupun roda dua memutuskan berbalik arah ke Pelabuhan Kolaka sekitar pukul 03:15 Wita karena dihadang gelombang serta angin kencang 40-50 knot.

Secara terpisah Kepala Kantor ASDP Kolaka, Fuad Bahrudin mengatakan insiden yang dialami KMP Permata Nusantara menyebabkan tiga unit bus roda enam terbalik sehingga menambah kepanikan penumpang yang sudah menggunakan baju pelampung.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. KMP Permata Nusantara tiba dengan selamat di Pelabuhan Kolaka sekitar pukul 06:00 Wita," katanya.

Kepala Pos SAR Kolaka, Asep yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan perairan Teluk Bone tidak bersahabat karena gelombang tinggi dan angin bertiup kencang.

Personel SAR yang siaga 24 jam mengimbau warga yang tinggal di pesisir pantai untuk tidak melakukan aktivitas melaut selama gelombang tinggi dan angin kencang.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tenggara atau sebaliknya dapat menggunakan jalur transportasi alternatif, yakni transportasi udara atau melalui jalur darat yang membutuhkan waktu 2 x 24 jam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cuaca buruk

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top