75.000 Ton Beras Sachet Bulog Digelontorkan di Sulsel dan Sulbar

Sejak diluncurkan Juli 2018 lalu, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menyalurkan sebanyak 75.000 ton beras sachet.
Andini Ristyaningrum | 07 Januari 2019 17:31 WIB
Pekerja mengangkat karung isi beras di Gudang Beras Bulog, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, MAKASSAR – Sejak diluncurkan Juli 2018 lalu, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menyalurkan sebanyak 75.000 ton beras sachet.

Kepala Bulog Divre SulselbarMansyur mengatakan, beras sachet cukup diminati masyarakat di kedua provinsi tersebut.

"Masyarakat sangat antusias membeli beras sachet. Selain karena murah, praktis dibawa, jenis berasnya juga termasuk beras premium," ungkap Mansyur, Senin (7/1/2019).

Penyaluran beras dengan berat 200 gram itu kata dia, tidak hanya dilakukan di Sulawesi Selatan dan Barat saja, melainkan di sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia.

Beberapa daerah yang menjadi sasaran pendistribusian beras sachet seperti Palu-Sulawesi Tengah, Kendari-Sulawesi Tenggara, dan sebagian wilayah Papua. Karena banyak diminati, pendistribusian beras sachet akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Kualitas beras Sulsel cukup bagus, sebab itulah beras ini laku di pasaran. Harganya seragam di seluruh daerah tetap Rp2.500 per 200 gram," sebut Mansyur.

Mansyur menyatakan  masyarakat diminta tak perlu khawatir akan kebutuhan pangan dalam hal ini untuk komoditi beras. Bulog Divre Sulselbar mengklaim, pasokan beras di wilayahnya masih aman hingga 37 bulan ke depan.

Meski begitu, lanjutnya, Bulog  akan tetap rutin melakukan pengawasan terhadap pendistribusian di masyarakat maupun di pasar. Dengan melimpahnya stok beras yang ada, Mansyur menjamin di Sulsel tidak akan terjadi kenaikan harga beras selama 2019.

"Untuk beras yang kami salurkan di masyarakat, sejauh ini harganya masih stabil.  Apalagi di daerah surplus beras seperti Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Wajo," ungkapnya.

Selama 2018, secara total Sulsel mampu memproduksi beras sebanyak 108.330 ton. Sementara memasuki 2019, Sulsel masih memiliki potensi panen beras di 247 ribu hektar lahan persawahan yang akan di panen pada Maret mendatang.

Selama 2018, Bulog Divre Sulsel telah menggelontorkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 9,255 ton. Dengan pengadaan beras selama 2018 sebanyak 249.508 ton.

"Jumlah tersebut mencapai 62,38% dari target 400.000 ton pengadaan beras Sulselbar selama 2018. Dengan stok yang ada, Bulog Divre Sulselbar telah memasok 160.876 ton ke sejumlah wilayah di Indonesia," papar Mansyur.

Pada 2019 ini Bulog Divre Sulselbar menargetkan serapan beras sebanyak 275 ribu ton. Target tersebut kata dia, menduduki peringkat kedua target serapan secara nasional. Di mana posisi pertama diduduki oleh Jawa Timur.

Tag : bulog, Harga Beras
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top