Pelindo IV Maksimalkan Tata Kelola Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar

Sebagai hub di wilayah timur Indonesia, PT Pelindo IV terus berupaya meningkatkan level of service atau tingkat kepuasan layanan. Komitmen itu disampaikan Direktur Utama Pelindo IV, Farid Pada sebagai komitmennya selama 2019 ini.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 07 Januari 2019  |  16:59 WIB
Pelindo IV Maksimalkan Tata Kelola Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR – Sebagai hub di wilayah timur Indonesia, PT Pelindo IV terus berupaya meningkatkan level of service atau tingkat kepuasan layanan. Komitmen itu disampaikan Direktur Utama Pelindo IV, Farid Pada sebagai komitmennya selama 2019 ini.

 Adapun peningkatan layanan yang dilakukan yaitu penataan pelabuhan Soekarno-Hatta, penertiban kendaraan yang masuk ke pelabuhan maupun Terminal Petikemas Makassar (TPM) melalui e-pass.

 "Menata pelabuhan sudah menjadi tugas, sekalipun itu bukan hanya untuk kepentingan Pelindo IV. Ini merupakan kepentingan seluruh pengguna jasa yang masuk ke Pelabuhan Soekarno-Hatta," ungkap Farid Padang, Senin (7/1/2019).

Dijelaskan Farid, dengan dilakukannya penataan dan penertiban yang lebih baik, diharapkan kegiatan arus bongkar muat di Pelabuhan Nisa mendorong percepatan produktivitasnya.

Selain itu, pihak Pelindo IV juga akan mendorong efektivitas penerapan e-pass. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari praktik nakal dari oknum tak bertanggung jawab, baik dari level menejemen maupun level paling bawah.

"Dengan adanya sistem e-pass, semua bisa diatur dengan sistem yang baik. Sebab kita tidak lagi mengandalkan uang tunai," jelasnya.

Terakhir lanjut Farid, pihaknya berencana menambah alat di TPM berupa satu unit container crane (CC) dan dua unit rubber tires gantry (RTG). Dengan begitu, secara total TPM akan memiliki tubuh unit CC dan 18 unit RTG.

Dalam mengendalikan antrean kapal, Pelindo IV juga melakukan optimalisasi receiving dan delivery kontainer di TPM agar kecepatan di dermaga seimbang dengan pengaturan kontainer di lapangan penumpukan.

"Solusi lain yang kami berikan yaitu mekanisme kapal di pelabuhan konvensional jika tambatannya kosong," tutur Farid.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan uji coba pengoperasian Makassar New Port (MNP) untuk persiapan grand launching dengan kapal yang siap melakukan operasi di terminal baru MNP.

Alat baru dihadirkan guna mendukung percepatan untuk kapal-kapal draft yang berskala di atas 10 meter untuk segera sandar di MNP.

"Di samping itu, dapat dilakukan truck losing untuk Full Container Load (FCL) maupun Less Than Container Load (LCL) yang langsung dapat keluar ke depo pelayaran masing-masing," kata Farid.

Ia menambahkan, hal itu dilakukan agar aktivitas bongkar muatan akan lebih cepat dengan memisahkan bongkaran dan muatan dengan membuat block plan setiap kapal dengan optimasilisasi RTG pada setiap bongkaran dan muatan yang akan diangkut.

Ke depan Pelindo IV menetapkan berthing window dengan maksimum 3 hari bongkar dan jumlah antrian 7 kapal. Termasuk passing grade yang dilewati, dikombinasikan dengan sistem first come dan first service agar semua pelayanan dapat dipenuhi dan mengurangi komplain.

"Semua akan kami maksimalkan tentunya dengan tetap memerhatikan masalah keselamatan dan peningkatan level of service, dan juga mempertahankan zero accident dan zero complaint," terang Farid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iv, pelabuhan makassar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top