Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Bapenda Sulsel Surplus Rp9,5 Miliar, Begini Terobosannya

Sejumlah terobosan Layanan Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) berhasil meningkatkan pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan surplus Rp9,5 miliar.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  14:09 WIB
Loket Samsat. - setkab.go.id
Loket Samsat. - setkab.go.id

Bisnis.com, MAKASSAR – Sejumlah terobosan Layanan Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) berhasil meningkatkan pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan surplus Rp9,5 miliar.

Kepala Bapenda Sulsel, Tautoto Tanaranggina mengatakan, tiga program terbaru seperti Samsat Lorong, Samsat Mobile Banking, dan Samsat Sipakainge’ di Bapenda Sulsel berkontribusi signifikan pada pendapatan Bapenda.

"Dalam program 100 hari kerja, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah program itu diluncurkan kemudian menjadi layanan unggulan," jelas Tautoto, Selasa (1/1/2019).

Ia menyebut, realisasi pajak 2019 surplus hingga Rp9,5 miliar melebihi total target Bapenda Sulsel. Dijelaskan Tautoto, pada 2018 target pajak Bapenda Sulsel sebesar Rp3.519.414.030.000. Sementara realisasi yang berhasil dihimpun sebesar Rp3.528.958.091.299.

Pencapaian target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tersebut sudah termasuk penambahan target pada APBD perubahan yang jumlahnya sekitar Rp100 miliar.

Menurutnya, target tersebut dapat diraih berkat dorongan untuk terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Terdapat tiga item pendapatan asli daerah (PAD) yakni pajak daerah yang ditargetkan sebesar Rp3.462.102.500.000.

"Dari jumlah tersebut yang berhasil terealisasi sebesar Rp3.462.175.609.499 atau surplus Rp73.109.499," Papar Tautoto.

Adapun pajak daerah adalah lima jenis pajak yang dikelola langsung Bapenda seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP), dan pajak rokok.

Retribusi daerah yang ditargetkan Rp 154.530.000 terealisasi Rp 158.367.800 atau surplus Rp 3.837.800. Retribusi daerah berasal dari pemakaian kantin, pemakaian rumah dinas, pemakaian ruangan, koperasi, dan penyewaan lahan untuk ATM.

"Pada item pendapatan lain-lain yang ditargetkan Rp51.972.000.000 berhasil dicapai Rp61.439.144.000 atau surplus Rp 9.467.114.000 . Pendapatan lain-lain ini berasal dari denda PKB dan BBNKB," jelasnya.

Adapun target pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan lain-lain yang ditarget sebesar Rp3.514.229.030.000 berhasil dicapai Rp3.523.773.000.299 atau surplus Rp9.543.970.299.

Bapenda juga berhasil menghimpun partisipasi pihak ketiga yang ditargetkan sebesar Rp5.185.000.000 berhasil dicapai sebesar 100%. Partisipasi pihak ketiga berasal dari Jasa Raharja, Tonasa, dan Pelindo.

Tautoto menambahkan, pada 2019 ini Bapenda Sulsel akan terus melakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Saat ini Bapenda Sulsel juga tengah menyusun langkah-langkah untuk menghadapi target 2019 yang dipastikan mengalami peningkatan dibanding tahun 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulawesi selatan pendapatan daerah
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top