Bank Sulselbar Siapkan Rp200 Miliar untuk UMKM Lewat PNM

Bank Sulselbar memperluas pola penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema jalinan kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
Amri Nur Rahmat | 26 November 2018 15:56 WIB
Perajin memproduksi batik di Kampung Batik Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (27/9/2018). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, MAKASSAR -- Bank Sulselbar memperluas pola penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema jalinan kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
 
Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat mengemukakan skema tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi perusahaan terhadap pengembangan kapasitas UMKM lokal.
 
Dalam skema tersebut, Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Daerah (Pemda) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) itu mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar yang selanjutnya bakal disalurkan oleh PNM untuk UMKM.
 
"Ini jadi suatu model strategis bank untuk ikut berperan dalam pengembangan UMKM. Apalagi, PNM ini lembaga pemerintah pusat, sehingga sinkron dengan visi misi Bank Sulselbar juga," terangnya kepada Bisnis, Senin (26/11/2018).
 
Rahmat menjelaskan skema itu secara efektif berjalan mulai Desember 2018 dengan jangka waktu pengembalian (tenor) berdurasi hingga 3 tahun, menyesuaikan dengan penyaluran oleh PNM.
 
Menurut dia, jalinan kerja sama dengan PNM melengkapi sejumlah langkah aliansi strategis yang dilakukan perusahaan untuk memacu daya tumbuh sekaligus memberikan fasilitas terhadap pengembangan UMKM.
 
Direktur Keuangan PNM Tjatur H. Priyono meyakini kerja sama dengan Bank Sulselbar bisa memberikan nilai tambah bagi pengembangan UMKM secara berkelanjutan. 
 
Adapun alokasi dana dari Bank Sulselbar bakal disalurkan PNM melaui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
 
Beberapa waktu lalu, Bank Sulselbar juga telah merealisasikan sinergi dengan financial technology (fintech), GandengTangan, guna menjangkau banyak calon debitur segmen UMKM yang belum bankable. GandengTangan juga fokus mendorong pengembangan UMKM di Tanah Air dengan menggunakan konsep crowdlending untuk penyaluran pembiayaan untuk UMKM.
 
Selain itu, lanjut Rahmat, efesiensi dan efektivitas dalam proses bisnis lebih maksimal karena perseroan tidak perlu membuka jaringan kantor konvensional untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke debitur potensial segmen UMKM.
 
Perluasan skema fasilitasi pembiayaan untuk UMKM itu menjadi salah satu bentuk inovasi Bank Sulselbar dalam kerangka transformasi BPD serta peran aktif dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan membuka membuka akses keuangan untuk UMKM yang belum bankable.
 
Untuk skala yang lebih luas, Bank Sulselbar menargetkan komposisi kredit produktif sudah bisa berada pada level 25% terhadap total penyaluran kredit perseroan pada tahun ini.
 
Direktur Pemasaran Bank Sulselbar Rosmala Arifin sebelumnya mengatakan target rasio kredit produktif itu melalui optimalisasi penyaluran kredit untuk debitur berklasifikasi UMKM, lalu konstruksi maupun infrastruktur yang direalisasikan melaui skema sindikasi.
 
Dia menyatakan segmen UMKM bakal tetap menjadi prioritas Bank Sulselbar untuk tahun depan dalam penyaluran kredit produktif sebagai upaya menggairahkan pelaku sektor tersebut sehingga memberikan kontribusi aktif terhadap perekonomian daerah.

Tag : umkm, bank sulselbar
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top