Perhotelan Sulsel Gencar Dorong Sinergitas Pariwisata

Industri perhotelan Sulawesi Selatan mendorong seluruh sektor turunan dari pariwisata daerah membangun kolaborasi lebih intensif guna menunjang pertumbuhan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Amri Nur Rahmat | 25 November 2018 16:55 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Industri perhotelan Sulawesi Selatan mendorong seluruh sektor turunan dari pariwisata daerah membangun kolaborasi lebih intensif guna menunjang pertumbuhan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan daya tumbuh pariwisata sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi antarsektor agar menciptakan efek berganda positif bagi perekonomian maupun kesejahteraan dalam skala luas.

"Sehingga hal ini sebenarnya senantiasa jadi campaign dan concern kami, kolektivitas bersama stakeholder dan pemerintah untuk membangun kepariwisataan dan melakukan promosi secara berkesinambungan. Itu teramat penting untuk pariwisata Sulsel," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (25/11/2018).

Dia juga menepis terjadinya kesenjangan antara perhotelan mapun restoran dengan sektor turunan lainnya dalam kerangka industri pariwisata Sulsel.

Menurut dia, kondisi yang terjadi lebih mengarah pada pemenuhan kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Sulsel, di mana akomodasi serta makan minum menjadi skala prioritas segmen tersebut.

"Kendati memang dari sisi investasi, investasi perhotelan memang sangat dominan. Investasi fisik hingga sumber daya manusia. Tetapi jika dilihat secara luas, pengaruh peran sektor turunan lainnya sangat strategis untuk lingkup pariwisata kita," papar Anggiat.

Mengacu pada kondisi itu, lanjutnya, sinergitas berbalut kolektivitas dipandang perlu agar lebih mengangkat industri pariwisata sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah di Sulsel.

Sebagai informasi, perhotelan dan restoran menjadi sektor dengan daya tumbuh paling signifikan dalam komposisi perekonomian Sulsel hingga kuartal III/2018 lalu.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, sektor tersebut mencatatkan laju hingga 13,86% sepanjang sembilan bulan di 2018 ini. 

Adapun ekonomi Sulsel di kuartal III/2018 tumbuh 7,29%, yang mana dari sisi produksi didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,86%.

Bahkan komponen itu melampaui kinerja pertumbuhan dari perdagangan yang hanya mampu bertumbuh 12,76%, lalu transportasi di level 11,92% serta konstruksi yang hanya bertumbuh 9,59%. 

Kemudian dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor perhotelan dan restoran menarik hingga 134.009 tenaga kerja per Agustus 2018 sesuai dengan data yang dirilis BPS Sulsel.

Sementara itu, Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel menilai industri pariwisata di daerah ini masih cenderung terdapat posisi dominan oleh sektor tertentu sehingga relatif mengabaikan konsep maupun semangat sinergi Pentahelix.

Adapun Pentahelix sendiri menjadi konsep pengembangan pariwisata nasional yang diaktifkan oleh Menpar Arief Yahya, di mana menekankan sinergitas dan anggungjawab semua elemen, khususnya pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas. 

"Sinergi Pentahelix ini menjadi tantangan Sulsel ke depan. Bagaimana pelaku industri bersama stakeholder lainnya bisa bersinergi. Semangat kebersamaan dalam implementasi Pentahelix itu yang harus jelas. Jangan ada lagi posisi dominan pelaku industri tertentu di sini," ujar Direktur Eksekutif BPPD Sulsel Hendra Nick Arthur.

Tag : perhotelan, sulsel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top