Ramadan, Porsi Konsumsi Pertalite di Sulut Tertinggi Se-Sulawesi

Konsumsi bahan bakar minyak jenis Pertalite selama Ramadan di Sulawesi Utara diprediksi mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan lainnya. Porsi konsumsi Pertalite di Bumi Nyiur Melambai juga tercatat paling tinggi se-Sulawesi.
Kurniawan A. Wicaksono | 17 Mei 2018 20:22 WIB
General Manager MOR VII Tengku Fernanda (kiri) dan Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy (tengah), beserta pihak Hiswana Migas meninjau ketersediaan BBM di salah satu SPBU di Sulut. -Bisnis - Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO – Konsumsi bahan bakar minyak jenis Pertalite selama Ramadan di Sulawesi Utara diprediksi mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan lainnya. Porsi konsumsi Pertalite di Bumi Nyiur Melambai juga tercatat paling tinggi se-Sulawesi.

Branch Manager Marketing Sulutenggo, Daniel Alhabsy mengatakan dalam konsumsi Pertalite dalam kondisi normal di Sulawesi Utara (Sulut) sekitar 458 kiloliter (KL)/ hari. Konsumsi itu diprediksi naik 6,6% menjadi 488 KL/hari selama Ramadan tahun ini.

Sementara, untuk gasoline lain yang ada di Sulut, seperti Premium mengalami kenaikan 4,7% dari kondisi normal 487 KL/ hari menjadi 510 KL/hari. Sementara, Pertamax mengalami peningkatan 5,2% dari 29 KL/ hari menjadi 31 KL/ hari.

“Estimasi peningkatan konsumsi tahun ini berdasarkan data historis tahun lalu. Ada peningkatan sedikit setiap tahun karena aktivitas ekonomi dan bertambahnya jumlah kendaraan,” ujarnya, seperti dikutip pada Kamis (17/5/2018).

Jika melihat porsinya dari total gasoline, porsi konsumsi Pertalite tercatat naik dari kondisi normal 47,02% menjadi 47,42%. Sementara, Premium turun tipis dari 50% menjadi 49,5%. Adapun, Pertamax tercatat relatif sama dari 2,9% menjadi 3,1%.

Daniel mengaku Pertamina akan terus mendorong penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Sulut, termasuk di daerah-daerah kepulauan dan perbatasan. Pihaknya menegaskan bisa memenuhi berapapun kebutuhan Pertalite di Sulut.

“Proporsi konsumsi Pertalite yang sekitar 47% ini paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Sulawesi,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk bahan bakar disel (gasoil)jenis Solar diprediksi naik 3,1% dari 193 KL/ hari dalam konsumsi normal menjadi 199 KL/ hari selama Ramadan. Sementara, untuk jenis Dexlite, konsumsi selama Ramadan diprediksi mencapai 18 KL/ hari, naik 9,4% dari posisi normal 16 KL/ hari.

Adapun, berbagai upaya untuk pengamanan pasokan BBM a.l. peningkatan stok BBM di End TBBM dan lembaga penyalur, optimalisasi mobil tanki, koordinasi internal antardirektorat, imbauan dan sosialisasi, serta komunikasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, Polda, ESDM dan BPH Migas, serta Jasa Marga & BPJT.

General Manager MOR VII Tengku Fernanda mengatakan untuk memastikan ketersediaan BBM dan elpiji selama Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang bersiaga mulai 5 Juni 2018 hingga 25 Juni 2018.

“Kami akan memonitor 24 jam agar masyarakat benar-benar tercukupi kebutuhannya,” katanya.

Untuk gasoline, konsumsi tertinggi diprediksi terjadi pada 8 Juni 2018 dengan volume harian 524 KL atau naik 7,8% dibandingkan konsumsi normal 487 KL. Sementara, untuk gasoil, konsumsi tertinggi diprediksi terjadi pada 6 Juni 2018 yakni sebesar 206 KL/ hari, atau naik 6,7% dibandingkan konsumsi normal 193 KL/ hari.

Tag : BBM
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top