Rasio Pembayaran Nontunai di Tol Makassar Masih 53%

Rasio transaksi pembayaran non tunai melalui ruas tol di Makassar masih berada di kisaran 53% dari total tafik kendaraan per hari yang melintas pada jalan berbayar tersebut.
Amri Nur Rahmat | 20 Februari 2018 18:01 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Rasio transaksi pembayaran non tunai melalui ruas tol di Makassar masih berada di kisaran 53% dari total tafik kendaraan per hari yang melintas pada jalan berbayar tersebut.

Direktur Teknik dan Operasi JTSE BMN, Ismail Malliungan mengemukakan tren transaksi non tunai oleh pengguna jasa jalan tol kelolaan perseroan di Makassar belum terlalu banyak mengalami perubahan dari posisi akhir 2017 lalu.

"Sampai saat ini, rasionya belum banyak berubah dari akhir 2017, masih di sekitar 53% dati total transaksi," katanya, Selasa (20/2/2018).

Dia menyebutkan, adapun trafik kendaraan yang melintas pada jalan tol kelolaan mencapai 105.000 unit per hari, di mana yang 53% diantaranya yang melakukan transaksi pembayaran non tunai.

Kondisi tersebut disebabkan karena masih kecenderungan masyarakat atau pengguna jasa yang masih belum beralih ke uang elektronik dan tetap memilih melakukan pembayaran secara konvensional.

Meskipun begitu, Ismail bersama dengan instansi terkait berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan terhadap pengguna jasa untuk pemanfaatan uang elektronik sebagai alat pembayaran.

Padahal PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) dan PT Bosowa Margautama Nusantara (BMN) telah menyiapkan fasilitas pembayaran non tunai pada seluruh gardu pembayaran serta penyediaan fasilitas isi ulang untuk kartu uang elektronik.

Infrastruktur penopang transaksi non tunai telah terpasang pada sembilan gerbang tol kelolaan perseroan dan siap mendukung penerapan sistem pembayaran virtual yang dipersyaratkan pemerintah.

Selain itu, penambahan titik pengisian ulang untuk uang elektronik juga dipersiapkan perseroan guna memudahkan pengguna jasa ruas tol kelolaan dalam bertransaksi non tunai.

Sejauh ini, lokasi pelayanan isi ulang telah tersedia pada ruas tol seksi I dan seksi II yakni pada gerbang tol (GT) Cambaya serta GT Kaluku Bodoa yang merupakan perlintasan kendaraan utama pada kelolaan perseroan.

Selanjutnya, titik top up ada pada GT Tamalanrea dan GT Biringkanaya pada ruas seksi IV, termasuk pula penyediaan pembangunan gardu tol otomatis (GTO) yang telah terealisasi sejak tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel Aryo Setyoso mengatakan pihaknya terus mendorong agar masyarakat beralih menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran di ruas tol.

"Infrastruktur pendukung sangat siap, perbankan maupun penerbit uang elektronik juga sangat mampu menyediakan kartu untuk mengakomodir permintaan. Sehingga tentunya sosialiasi dan edukasi terus juga kami lakukan," ujarnya.

Tag : arief hidayat, arief hidayat
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top