Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diversifikasi Bisnis Pelindo IV Bikin Swasta Lokal Meradang

Pelaku pelayaran swasta lokal menyesalkan langkah operator pelabuhan PT Pelindo IV yang ikut menggarap bisnis logistik dan pelayaran di wilayah cakupan BUMN kemaritiman tersebut.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 20 April 2017  |  20:40 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Pelaku pelayaran swasta lokal menyesalkan langkah operator pelabuhan PT Pelindo IV yang ikut menggarap bisnis logistik dan pelayaran di wilayah cakupan BUMN kemaritiman tersebut.

Ketua INSA Makassar, Hamka mengemukakan langkah Pelindo IV itu akan merusak tatanan bisnis logistik dan pelayaran di wilayah timur yang selama ini telah dijalankan oleh pihak swasta secara proporsional dengan berorientasi pada efesiensi.

"Seharusnya Pelindo IV lebih aktif dalam memberikan stimulus postif bagi industri logistik dan pelayaran melalui penguatan pelayanan kepelabuhanan, tetapi sekarang justru ikut menggarap sektor ini yang dampaknya tentu menggerus pertumbuhan maupun daya saing swasta di logistik dan pelayaran," katanya, Kamis (20/4/2017).

Sekedar diketahui, Pelindo IV menjalin kerjasama dengan PT Semen Tonasa dalam kerangka sinergi BUMN, di mana dalam poin utama jalinan kerjasama tersebut Pelindo IV selaku operator pelabuhan Makassar dan Jayapura membuka jalur pelayaran langsung untuk distribusi semen secara langsung ke Papua.

Menurut Hamka, jalinan kerjasama kedua BUMN itu tanpa pelibatan operator pelayaran swasta maupun pelaku usaha logistik menjadi pintu masuk Pelindo IV untuk ikut menggarap proyek-proyek logistik sekaligus melemahkan daya saing pebisnis logistik maupun operator pelayaran domestik.

"Sehingga kerjasama Pelindo IV dan Semen Tonasa perihal pengiriman semen secara langsung dari Makassar ke Jayapura dengan argumentasi menekan biaya logistik hanya akal-akalan Pelindo untuk masuk dalam bisnis logistik dan pelayaran," papar Hamka.

Di sisi lain, lanjut dia, pelayaran swasta sebenarnya juga telah melakukan revisi harga freight hingga 40% dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yang mana sebelumnya Rp17,5 juta menjadi sekitar Rp10 juta untuk mendukung pemangkasan biaya logistik di wilayah timur terkhusus untuk rute pelayaran Makassar ke Jayapura.

"Pihak Pelindo IV juga menyebutkan jika kapal dari Makassar harus putar dulu ke Semarang, Surabaya, Ambon lalu ke Jayapura sebagai alasan untuk masuk dalam bisnis ini [logistik dan pelayaran]. Padahal faktanya di kekinian, rute putaran itu sudah lama ditinggalkan operator pelayaran sejak 7 tahun lalu, dan justru menjadikan Makassar sebagai hub port untuk tujuan ke wilayah timur," urainya.

Merujuk pada serangkaian hal tersebut, lanjut Hamka, pihaknya menyayangkan langkah Pelindo IV yang seharusnya lebih berfokus pada penguatan layanan kepelabuhan justru ikut menggarap sektor yang sejatinya telah dijalankan pihak swasta dengan mengacu pada efesiensi logsitik maupun penguatan industri pelayaran lokal.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Perusahaan Pelindo IV Baharuddin M. mengatakan distribusi semen secara langsung dari Makassar ke Jayapura telah berjalan dan dilakukan perseroan bersama dengan PT Semen Tonasa serta PT Samudera Indonesia.

"Saat ini telah dilakukan angkutan semen dari Makassar ke Jayapura melalui anak usaha PT Pelindo IV. Kegiatan ini dapat menekan harga semen lebih rendah 40% di Jayapura. Ini adalah program pemerintah yang bertujuan uuntuk menghindari kesenjangan harga antara wilayah barat dan timur," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arief hidayat arief hidayat
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top