Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wagub Sulsel Peringatkan Oprator Truk Material di Makassar

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mendesak operator truk pengangkut material timbunan yang melintasi sejumlah ruas utama di Makassar agar melakukan kegiatan operasional secara teratur dan tidak mengakibatkan ruas yang dilintasi menjadi kotor akibat sisa material.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 10 April 2017  |  22:26 WIB
truk melintas di jalan raya/ilustrasi
truk melintas di jalan raya/ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mendesak operator truk pengangkut material timbunan yang melintasi sejumlah ruas utama di Makassar agar melakukan kegiatan operasional secara teratur dan tidak mengakibatkan ruas yang dilintasi menjadi kotor akibat sisa material.

Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas truk pengangkut materila timbunan yang memasok sejumlah proyek di Makassar mulai dikeluhkan oleh masyarakat lantaran kerap membuat ruas jalan menjadi kotor setelah dilintasi lantaran material yang diangkat merupakan tanah basah dari luar kota.

"Paling tidak, seluruh truk pengangkut material tanah ini secara rutin membersihkan rodanya dari sisa tanah yang menempel. Baik itu ketika akan membawa material ke lokasi proyek maupun sebaliknya," katanya, Senin (10/4/2017).

Menurutnya, sisa material yang melengket pada roda truk saat akan mengntar maupun setelah membongkar muatan di lokasi proyek menjadi pemicu utama terjadinya kondisi jalan yang kotor, ruas aspal bercampur dengan tanah sehingga merusak estetika kota.

Agus mencontohkan sejumlah kota-kota besar di Tanah Air yang juga memiliki sejumlah proyek dengan tingkat kebutuhan material timbunan dalam volume yang banyak, telah memberlakukan aturan terhadap operator truk agar menjaga kebersihan ruas jalan yang dilintasi.

"Tanpa harus ada peraturan yang mengikat-pun, operator truk harusnya sadar terkait hal ini. Jangan menunggu ada aturan yang mengikat disertai sanksi, baru kemudian memperhatikan hal ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arief hidayat
Editor : News Editor

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top