Angka Pengangguran Sulsel Hanya Turun 0,26%

Oleh: Amri Nur Rahmat 07 November 2018 | 20:23 WIB
Angka Pengangguran Sulsel Hanya Turun 0,26%
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/10/2018)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Angka pengangguran di Sulawesi Selatan hanya bergerak turun 0,26 dalam kurun satu tahun terakhir, dengan periode pendataan per Agustus 2018 agregat bulan yang sama tahun lalu.

Merujuk pada data BPS Sulsel, dikutip Rabu (11/7/2018), angka penggguran di Sulsel hanya berkurang 590 orang sepanjang periode pendataan Agustus 2017-Agustus 2018.

Adapun total pengangguran di Sulsel per Agustus 2018 mencapai 213.105 orang atau memiliki rasio tingkat pengagguran terbuka (TPT) sebesar 5,34% terhadap total penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan kuantitas sebanyak 3,99 juta orang.

Kemudian untuk angkatan kerja sendiri, mengalami peningkatan 4,61% secara tahunan dari sebelumnya sebanyak 3,81 juta orang. Sedangkan untuk klasifikasi penduduk yang telah bekerja bergerak 4,9% menjadi 3,77 juta per Agustus 2018.

Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Sulsel juga bergerak 2,03 poin dalam kurun satu tahun dengan rasio mencapai 63,02% per Agustus. Adapun total jumlah penduduk berstatus usia kerja mencapai 6,33 juta orang.

"Secara umum, ini mengindikasikan adanya kenaikan potensi ekonomi Sulsel dari sisi pasokan tenaga kerja. Meski memang untuk angka pengangguran masih bergerak pelan turunnya, TPT turun menjadi 5,34%, jumlahnya turun 590 orang selama setahun," kata Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah singkat saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (7/11/2018).

Pada sisi lapangan pekerjaan, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan penyerapan tertinggi dengan kenaikan 1,29 poin, lalu perdagangan
0,35 poin serta konstruksi 0,28 poin.

Sementara untuk lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada pertanian 0,88 poin, jasa pendidikan 0,84 poin serta administrasi pemerintahan 0,26 poin.

Sebagian besar dari tenaga kerja terserap itu beraktivitas pada kegiatan informal dengan persentase 63,01% setara 2,38 juta. Selama setahun terakhir, pekerja informal naik sebesar 0,64 poin dibandingkan dengan Agustus 2017.

Adapun dari sisi durasi bekerja, persentase tertinggi per Agustus 2018 adalah pekerja penuh (minimal 35 jam per minggu) sebesar 64,28%, lalu yang bekerja mulai 1 jam sampai 7 jam menjadi segmen yang memiliki persentase yang paling kecil yakni 2,34%.

Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua yaitu pekerja paruh waktu dengan komposisi 28,14% dan pekerja setengah penganggur 7,57%.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer