Antrean Warga Palu Mengular Saat Membeli Gas Elpiji

Oleh: Andini Ristyaningrum 11 Oktober 2018 | 09:23 WIB

Bisnis.com, PALU – Dua belas hari pasca gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Sulteng pada akhir September lalu warga masih mengalami kesulitan untuk memeroleh sejumlah kebutuhan. Salah satunya gas elpiji 3 kilogram.

Dari pantauan Bisnis.com, warga terlihat antre di salah satu distributor yang belokasi di Jalan Touwa, Kota Palu, Rabu (10/10/2018). Puluhan warga tampak menenteng gas melon sembari menunggu giliran.

"Setelah gempa ini baru ada dibuka untuk beli gas," ungkap Rahman saat mengantre untuk membeli gas melon.

Padahal kata dia, gas merupakan salah satu kebutuhan mendesak terlebih pasca gempa yang terjadi pada 28 September lalu. Rahman, 35, juga merupakan salah satu dari puluhan ribu korban gempa dan tsunami di Palu.

Warga Kelurahan Kaluku Bula, Kabupaten Sigi itu mengatakan, rumahnya juga mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan 7,4 SR yang terjadi.

"Kalau saya sendiri sudah balik dari pengungsian, dengan keluarga kami pasang tenda di depan rumah. Makanya kami butuh gas untuk kebutuhan makan kami," jelasnya.

Meski harus antre, Rahman menyebut harga jual gas di distributor terbilang masih aman dan normal. Dikatakan Rahman, harga gas elpiji dibeli dengan harga Rp16.000.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya