Per Agustus 2018, BTPN Mitra Bisnis Salurkan Rp16 Triliun Untuk UMKM

Oleh: Andini Ristyaningrum 21 September 2018 | 08:27 WIB
Per Agustus 2018, BTPN Mitra Bisnis Salurkan Rp16 Triliun Untuk UMKM
Wakil Dirut PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Ongki Wanadjati (kiri) berbicara pada entrepreneur networking forum yang bertemakan peluang UMKM di era digital dan tantangan tahun politik, disaksikan Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara (kanan), dan Pemimpin Redaksi harian Bisnis Indonesia Hery Trianto di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/9/2018)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR -- Hingga Agustus 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) telah menyalurkan kredit sebesar Rp16 triliun bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Wakil Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan khusus regional Sulawesi, kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 500 UMKM.

"Sektor UMKM merupakan segmen yang yang terus bertumbuh. Oleh karena itu, BTPN juga menunjukkan komitmen untuk fokus dalam mendukung kebutuhan UMKM," ungkapnya dalam Outlook Ekonomi 2019: Peluang UMKM di Era Digital dan Tantangan Tahun Politik di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/9/2018).

Meski secara umum ada segmen lain yang lebih matang, tapi penyaluran kredit BTPN Mitra Bisnis cukup besar. BTPN Mitra Bisnis adalah lini yang menyalurkan pembiayaan ke UMKM.

"Namun, ada tantangan yang dihadapi UMKM hari ini yaitu perkembangan era digital dan masuknya Tahun Politik. Tapi itu juga bisa menjadi peluang," lanjut Ongki.

Memasuki Tahun Politik 2019, dia menyebut ada sejumlah industri yang berpotensi tumbuh signifikan seperti sektor percetakan serta makanan dan minuman (mamin). Kehadiran BTPN Mitra Bisnis diharapkan dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk membuka peluang bisnis yang ada, dengan membantu kebutuhan modal kerja dan investasi usaha.

Dalam kesempatan yang sama, ekonom INDEF Bhima Yudhistira menyatakan sektor perdagangan atau UMKM berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Pada 2019, kami memproyeksi perekonomian Indonesia bisa tumbuh di angka 5,2%. Selain didukung sektor UMKM, juga akan didukung oleh sektor logistik, transportasi, dan konstruksi," paparnya.

Meski ada tantangan era digital dan Tahun Politik, Bhima optimistis UMKM bisa tumbuh lebih tinggi. Pasalnya, e-commerce sedang berkembang dengan pesat.

UMKM yang memanfaatkan e-commerce akan terbantu dari sisi pemasaran. Sektor transportasi yang juga sudah berbasis online pun diyakini semakin memudahkan distribusi produk UMKM dan hubungan para pelaku usaha di level daerah.

Oleh karena itu, Tahun Politik dinilai membawa peluang bisnis tersendiri bagi para UMKM. Yang penting, tegasnya, para pelaku usaha mesti terus berinovasi dan jeli membaca situasi.

Diskusi outlook ekonomi tersebut dipandu oleh Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya