Perguruan Tinggi di Sulsel Didorong Jadi Pelopor Revolusi Industri 4.0

Oleh: Andini Ristyaningrum 01 Agustus 2018 | 21:11 WIB
Perguruan Tinggi di Sulsel Didorong Jadi Pelopor Revolusi Industri 4.0
Pj Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono.-JIBI/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR -- Perguruan tinggi diminta aktif menyiapkan SDM yang andal menghadapi era revolusi industri jilid empat atau 4.0.

Menanggapi hal itu, Pemprov Sulsel turut mendorong perguruan tinggi di wilayah ini untuk menjadi pelopor revolusi industri 4.0

"Dibutuhkan peran perguruan tinggi untuk menciptakan sistem pendidikan yang sesuai dengan penerapan revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan mengubah sistem kurikulum pendidikan yang ada," jelas Pejabat Gubernur Sulsel Sumarsono saat menghadiri Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (1/8/2018).

Menurut Sumarsono, kampus harus memberikan perubahan. Sebab jika ilmu di kampus tidak mengajarkan pendidikan revolusi industri 4.0, maka para lulusan kampus tidak akan mampu diserap sebagai tenaga kerja.

Hal itu tentu harus ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Terlebih menurut Sumarsono saat ini yang dibutuhkan sudah berbasis IT. Kampus, tegasnya, juga dituntut melakukan modernisasi.

"Dimulai dari situ. Tantangannya berat karena butuh dana yang besar. UNM bisa memelopori untuk perubahan revolusi industri 4.0 agar mahasiswa bisa terlindungi ke depannya dengan lebih baik," ungkap Sumarsono.

Sebelumnya, Wakil Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan pentingnya peran perguruan tinggi karena perkembangan dinamika industri dari 1.0 hingga 4.0 merupakan kehendak zaman yang tidak terelakkan.

Sistem pendidikan, kata Arif, memiliki peran penting agar SDM terutama dari perguruan tinggi, tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

"Sebab jika SDM kita tidak memiliki kesiapan membangun keterampilan khusus yang sesuai dengan penerapan revolusi industri 4.0 ini, maka kita sudah pasti akan tertinggal," jelas Arif saat membawakan orasi ilmiah di UNM.

Penerapan revolusi industri 4.0 juga harus memperhatikan sejumlah hal. Arif  memaparkan revolusi industri 4.0 membawa konsekuensi terhadap daya saing dan produktivitas.

Hal tersebut kata dia ditandai tiga faktor yaitu otomatisasi, robotisasi, dan komputasi. Ketiga faktor tersebut kata Arif, harus dimiliki Indonesia untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya