Perhotelan Sulsel di Titik Rendah Saat Libur Lebaran

Oleh: Amri Nur Rahmat 22 Juni 2018 | 20:45 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Momentum libur Lebaran dan cuti bersama membuat tingkat okupansi perhotelan di Sulawesi Selatan hanya berada pada level 35%.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengemukakan kondisi tersebut secara tahunan selalu terjadi, di mana okupansi relatif berada pada titik terendah sejalan dengan periode libur bersama.

"Periode libur yang cukup panjang kemarin membuat okupansi kami hanya di kisaran 30%-35%. Tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya," ujar dia kepada Bisnis, Jumat (22/6/2018).

Kendati demikian, lanjut dia, hal tersebut sudah diprediksi bakal terjadi karena karakteristik perhotelan Sulsel hanya bertumpu pada segmen MICE.

Titik terendah dari sisi okupansi perhotelan sepanjang libur Lebaran tahun ini terjadi di Kota Makassar yang menjadi pusat industri perhotelan di Sulawesi Selatan.

Anggiat menjelaskan, posisi Makassar yang tidak memiliki kecenderungan sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan saat periode libur menjadi penyebab utama tingkat okupansi berada di level rendah.

Menurutnya, Makassar menjadi cerminan dari geliat perhotelan Sulsel dan hanya ditopang oleh MICE sebagai sumber akselerasi kinerja hunian.

"Demikian juga perhotelan di daerah lain di Sulsel, juga di titik jenuh sebenarnya. Kecuali yang ada di daerah-daerah yang memiliki destinasi wisata terkenal, itupun sangat terbatas," tutur Anggiat.

Dia kemudian membandingkan dengan destinasi lain di Tanah Air seperti Lombok dan Bali yang mencatatkan peningkatan signifikan saat periode libur Lebaran dan cuti bersama.

"Mesti segera ada pembenahan secara menyeluruh, tata kelola pariwisata Sulsel agar lebih mampu memanfaatkan momentum khusus seperti daerah lainnya. Kami dari perhotelan sangat siap berkolaborasi," katanya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel Andi Musaffar Syah mengakui pergerakan wisatawan yang masuk ke Sulsel relatif kecil saat momentum libur Lebaran.

"Sebagian besar itu mudik Lebaran tentu saja, tetapi wisatawan juga ada saat peridoe tersebut yang masuk ke Sulsel meski kuantitasnya terbatas," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengklaim jika sektor pariwisata Sulsel saat periode libur Lebaran bergerak cukup atraktif yang ditandai dengan kunjungan pada destinasi wisata yang mengalami kunjungan signifikan.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kecenderungan wisatawan lokal yang mengoptimalkan periode libur untuk beriwisata bersama keluarga, yang mana sebagian besar terkonsentrasi di luar Makassar.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya