Idulftri, PLN Suluttenggo Tegaskan Pasokan Listrik Surplus

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 09 Juni 2018 | 18:59 WIB
Idulftri, PLN Suluttenggo Tegaskan Pasokan Listrik Surplus
Sistem monitoring ketenagalistrikan di Area Pengatur Distribusi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Suluttenggo. -Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Kantor Wilayah Suluttenggo menegaskan kapasitas ketenagalistrikan sangat aman untuk menghadapi momentum Idulfitri tahun ini.

Manager Area Pengatur Distribusi (APD) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) Suluttenggo MX Wahyu Catur Prasetyo memaparkan daya mampu sistem untuk aliran daya Manado-Kotamobagu-Gorontalo sekitar 417,80 MW.

Adapun, beban puncak pada 1-14 Juni 2018 diperkirakan sekitar 379,25 MW atau ada surplus sekitar 38,54 MW. Sementara, saat Lebaran yakni pada 15-16 Juni 2018, beban puncak diperkirakan mencapai 311,51 MW atau surplus sekitar 106,28 MW.

“Saat hari H justru beban puncaknya lebih rendah karena secara historisnya orang lebih memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi ataupun berada di luar rumah. Ada pula yang mudik,” ujarnya saat berbincang dengan awak media, seperti dikutip pada Sabtu (9/6/2018).

Dia pun menegaskan jaringan sistem tenaga listrik 20 kV yang memasok energi listrik di Area Manado, Kotamobagu, dan Gorontalo akan secara terus menerus disupervisi dan dimonitor oleh Pelaksana Piket Dispatcher APD.

Manager Area Pengatur Distribusi (APD) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Suluttenggo MX Wahyu Catur Prasetyo saat memberikan pemaparan kepada awak media. – Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Menurutnya, ada Piket Posko Khusus dari Kantor Wilayah untuk mengamankan ketersediaan listrik dari H-15 hingga H+15 Lebaran. Di Sulawesi Utara, sambung dia, ada sekitar 33 posko siaga. Sementara untuk Sulawesi Tengah dan Gorontalo, masing-masing 21 dan 6 posko.

Untuk menjaga kontinuitas penyaluran, PLN juga menerapkan status siaga pada 1-23 Juni 2018. Dengan status siaga ini, sambung Catur, PLN tidak akan melakukan pemeliharaan jaringan yang terencana. Pengerjaan jaringan hanya dilakukan jika dalam kondisi darurat gangguan.

“Seperti adanya tiang roboh, trafo meledak, mobil menabrak tiang, gangguan karena binatang dan lainnya yang sering terjadi di lapangan. Jika itu terjadi, ya harus ada tindakan langsung untuk menjaga kontinuitas penyaluran ketenagalistrikan,” jelasnya.

Wahyu melanjutkan PLN Kantor Wilayah Suluttenggo juga mengupakan penyediaan tenaga listrik di tempat-tempat kegiatan untuk menyambut Idulfitri. Selain itu, penyediaan genset pun dilakukan bersamaan dengan adanya standard operating procedure (SOP) khusus di lokasi-lokasi penting.

‘Kalau akan melaksanakan ibadah atau ada titik-titik keramaian, sebaiknya laporkan kebutuhan listriknya ke pihak PLN. Selain itu, panitia juga perlu menyiagakan genset,” imbuhnya.

Gelar Pasukan

Untuk memaksimalkan pelayanan, sambung Wahyu, ada gelar pasukan setiap bulannya baik di tingkat APD maupun rayon. Hal ini dilakukan untuk mengukur kesiapan. Jika ada gangguan, upaya penanganan bisa dilakukan secara cepat.

Stenly Mangerongkonda, Manajer Rayon Manado Utara PLN mengatakan minimalisasi gangguan terus dilakukan untuk menunjang kebutuhan listrik masyarakat di momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Kami juga melakukan gelar pasukan dan gelar peralatan secara rutin. Ini dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi material dan peralatan. Sejauh ini, semua dlam kondisi baik,” katanya.

Gelar pasukan Rayon Manado Utara PLN / Istimewa

Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak memasang atribut-atribut seperti bendera yang berisiko menyebabkan gangguan. Apalagi, bersamaan dengan momentum Lebaran, ada gelaran Piala Dunia FIFA 2018.

Pada dasarnya, sambung Stenly, tidak akan ada perbaikan jaringan yang terencana saat Idulfitri. Apalagi, beberapa titik – terutama yang akan menjadi tempat Salat Ied – akan mendapat perhatian lebih. Beberapa titik itu diantaranya seperti Tikala, Mahawu, dan Tuminting.

Febrianto Utomo, Supervisor Teknik Rayon Airmadidi PLN mengatakan ada beberapa masjid besar di Minahasa Utara mulai dari Kauditan, Tatelu, Likupang yang menjadi titik pantauan. Dari hasil gelar pasukan, sekitar 90% peralatan dalam kondisi baik.

“Sisanya sebelum hari H akan baik semua,” ujar Febrianto.

Sementara, untuk Rayon Bitung, PLN menyediakan 5 grup yang bersiaga menjelang Idulfitri hingga H+15. Dengan daya mampu sekitar 60 MW, semua peralatan dalam kondisi baik dengan material yang juga tersedia. Pasalnya ada 2 petugas yang akan mengawasi di setiap titik, lokasi Salat Ied.

 

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya