BNI Pacu Ekosistem QR Code di Wilayah Makassar

Oleh: Amri Nur Rahmat 28 Mei 2018 | 08:23 WIB
BNI Pacu Ekosistem QR Code di Wilayah Makassar
Direktur Bank BNI Anggoro Eko Cahyo (dari kiri), Direktur Imam Budi Sarjito, SEVP Digital Banking Dadang Setiabudi dan Direktur Bob T Ananta membeli kopi dengan menggunakan \\\'BNI Yap!\\\' saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (26/1)./ANTARA-Prasetyo Utomo

Bisnis.com, MAKASSAR -- BNI Wilayah Makassar mengestimasi penggunaan teknologi kode QR yang dikembangkan perseroan sebagai alat pembayaran berbasis non tunai bisa menjaring hingga 5.000 pengguna aktif per bulan di wilayah operasional.

VP Consumer Banking BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso mengemukakan pihaknya tengah melakukan serangkaian upaya untuk menciptakan ekosistem transaksi berteknologi kode QR yang juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional non tunai.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Yap! Food Festival sepanjang Ramadan dengan melibatkan sekitar 32 merchant dari restoran dan tenant kuliner yang memungkinkan menerima pembayaran melalui skema tersebut. Dalam program tersebut, pengguna aplikasi Yap! bisa mendapatkan potongan harga hingga 40% dari merchant mitra perseroan.

Yap! alias Your All Payment merupakan aplikasi pembayaran dengan teknologi kode QR yang dikembangkan oleh BNI dan menggunakan tabungan nasabah, kartu kredit, maupun uang elektronik BNI sebagai sumber dana.

"Sejauh ini, pengguna aktif Yap! di wilayah Makassar sudah mencapai sekitar 11.000 nasabah dan kami targetkan terus bertambah minimal 5.000 pengguna aktif per bulan. Makanya kami selenggarakan Food Festival Ramadan untuk mendorong penggunaan Yap!," tuturnya kepada Bisnis, Minggu (27/5/2018).

Yap! mulai diperkenalkan di wilayah Makassar pada pertengahan kuartal I/2018. Hingga saat ini, jumlah merchant yang menerima pembayaran lewat skema tersebut sudah mencapai kisaran 4.000 unit dan terkonsentrasi di Makassar.

Sekadar diketahui, BNI Wilayah Makassar memiliki cakupan empat provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

"Khusus untuk merchant, kami punya target paling tidak ada penambahan 500 unit usaha yang masuk dalam ekosistem Yap!. Baik itu restoran atau kafe, toko ritel maupun tenant berbagai macam segmen, baik kuliner, fesyen maupun lainnya," papar Hadi.

Dari sisi nominal transaksi, angkanya masih berada dalam kisaran Rp7 miliar-Rp9 miliar per bulan. Ke depannya, angkanya diharapkan naik menjadi Rp50 miliar per bulan. 

"Kami optimistis, Yap! menjadi pilihan dalam melakukan transaksi non tunai. Seluruh promo kami bikin sangat impresif dan masif untuk pengguna Yap!. Nilai transaksi Rp50 miliar sangat realisitis dan berpotensi lebih tinggi lagi," ujarnya.

Sejauh ini, aplikasi Yap! telah diunduh sekitar 130.000 kali secara nasional dan juga sudah tersambung dengan sekitar 60.000 merchant yang bekerja sama.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer