Harga Pangan di Makassar Naik, Dipicu Pedagang Perantara

Oleh: Amri Nur Rahmat 15 Mei 2018 | 14:47 WIB
Harga Pangan di Makassar Naik, Dipicu Pedagang Perantara
Pedagang menata daging ayam di lapak./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, MAKASSAR - Harga sejumlah komoditas pangan di Makassar mengalami pergerakan harga dipicu oleh patokan harga dari pedagang perantara yang relatif tinggi.

Kepala KPPU Perwakilan Makassar Aru Armando mengatakan para pedagang pasar tradisional terpaksa menyesuaikan harga menjadi sedikit lebih tinggi dari kondisi normal untuk memperoleh margin yang juga dalam skala sangat terbatas.

Menurut dia, penyesuaian tersebut dilakukan karena harga dari pedagang perantara yang relatif tinggi untuk sejumlah komoditas pangan yang mengalami lonjakan permintaan jelang Ramadan.

Kondisi tersebut merupakan hasil operasi pasar yang dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar bersama dengan berbagai unsur Satgas Pangan Provinsi Sulsel pada salah satu pasar tradisonal di Makassar.

"Menurut pedagang [yang ditemui], kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tersebut disebabkan harga yang diberikan oleh pedagang perantara sudah tinggi, sehingga mau tidak mau pedagang menyesuaikan harga jual kepada konsumen," katanya, Selasa (15/5/2018).

Ada pun komoditas pangan yang terpantau mengalami pergerakan harga seperti cabai merah, daging ayam, dan telur.

Untuk harga cabai merah dijual pedagang pasar pada rentang harga Rp45.000 per kilogram, kemudian telur ayam dijual Rp42.000 per kg serta daging ayam pada rentang Rp40.000 hingga Rp80.000 per kilogram disesuaikan dengan ukuran komoditas.

Kendati demikian, Aru mengklaim secara umum harga komoditas di Makassar jelang Ramadan masih dalam level terkendali meski pada beberapa komoditas mengalami sedikit pergerakan.

Sementara itu, komoditas lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai keriting, cabai rawit, daging sapi, beras, gula pasir, dan minyak goreng curah harga dan pasokannya terpantau stabil. 

“Harga pangan sejauh ini yang terpantau stabil, diharapkan dapat terjaga sepanjang Ramadan dan Lebaran usai nantinya. Memang sangat membutuhkan pemantauan yang ketat,  terutama ketersediaan pasokan dan jalur distribusinya," kata Aru.

Masyarakat juga dihimbau tidak panik dan menjaga ritme pembelian komoditas dengan cara tidak membeli bahan pangan melebihi kebutuhan.

Hal tersebut dinilai ikut mendukung upaya KPPU bersama dengan instansi terkait dalam mengamankan stok maupun kelancaran distribusi pasokan komoditas pangan di Makassar maupun Sulsel secara luas.

Aru juga mengingatkan seluruh pedagang maupun distributor dan pengumpul l agar tidak memainkan harga dan stok komoditas pangan.

"Karena apabila terjadi kelangkaan dan harga pangan melambung tinggi, Polri dan KPPU beserta intansi lainnya berdasarkan kewenangan masing-masing akan menindak tegas kepada pelaku tersebut," ujarnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya