Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indosat Tengah Bangun 25 BTS 4G di Ambon, Beroperasi saat Idulfitri

Indosat tengah fokus melakukan perluasan jaringan 4G di Indonesia Timur tahun ini.
Base Transceiver Station (BTS)./JIBI
Base Transceiver Station (BTS)./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Indosat Tbk. (ISAT) tengah fokus melakukan perluasan jaringan 4G ke wilayah Indonesia Timur pada tahun ini. Teranyar mereka tengah membangun 25 unit Base Transceiver Station (BTS) di Kota Ambon, Provinsi Maluku yang diproyeksi bisa rampung sebelum Idulfitri 2024.

"Ada 25 BTS yang lagi kita bangun di Ambon, dua diantaranya sudah on dan yang lainnya sementara penyelesaian. Jadi kalau teman-teman pulang ke Ambon, jaringannya sudah bisa dinikmati saat Idulfitri," ungkap Head of Circle of Kalimantan Sulawesi Maluku Papua Indosat, Swandi Tjia kepada Bisnis, Selasa (19/3/2024).

Pembangunan BTS tersebut menjadi bagian dari progres pembangunan Indosat di wilayah timur, setelah sebelumnya di lokasi yang sama mereka telah memiliki 11 BTS yang telah beroperasi. Penambahan tower kali ini dimaksudkan untuk memperluas pasar agar keandalan jaringan Indosat di Maluku semakin kuat.

"Kita melihat potensi pasar di sana cukup potensial karena banyaknya pendatang di Ambon, juga banyak perusahaan besar. Dilihat dari sisi pembeliannya, jarang ada paket-paket harian yang dibeli masyarakat, banyaknya justru paket yang besar-besar. Artinya mereka punya kemampuan untuk beli," jelasnya.

Selain di Ambon, Swandi menambahkan pihaknya juga tengah melakukan penjajakan untuk menambah pembangunan BTS di Ternate, Maluku Utara. Bahkan pada kuartal II/2024, Indosat telah memiliki agenda pembangunan di Timika, Papua Tengah.

Semua BTS yang akan dibangun berupakan BTS 4G. Pihak Indosat sendiri belum memiliki rencana untuk menggencarkan penambahan jaringan 5G di wilayah ini mengingat kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan kestabilan jaringan.

"Untuk 5G belum ya, karena yang dibutuhkan masyarakat adalah jaringan yang penting stabil, bukan kecepatannya dulu. Itu yang saat ini kami pertahankan di Indosat," tutupnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper