PLN Sebut Elektrifikasi di Sulselrabar Telah 99,93%

Beberapa desa yang teraliri listrik sepanjang 2023 di Sulselrabar adalah wilayah 3T.
Upaya petugas PLN melistriki daerah 3T di Sulselrabar./PLN
Upaya petugas PLN melistriki daerah 3T di Sulselrabar./PLN

Bisnis.com, MAKASSAR — PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengonfirmasi, sepanjang 2023 ada 2.250 keluarga dari 221 desa di area operasionalnya telah dapat menikmati listrik selama 24 jam. Beberapa desa tersebut tercatat berada di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Bertambahnya desa yang dilistriki ini membuat realisasi rasio elektrifikasi di wilayah Sulselrabar kini mencapai 99,93% hingga Desember 2023.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2024," ungkap General Manager PLN UID Sulselrabar Moch. Andy Adchaminoerdin, Rabu (24/1/2024).

Dalam menyalurkan listrik ke desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 519,39 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 488,35 kms, serta 311 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 15.550 kilo Volt Ampere (kVA). 

Andy pun optimistis upaya tersebut bisa membawa kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. “Kami harap masyarakat semakin sejahtera, roda perekonomian makin menggeliat karena produktivitas yang semakin tinggi. Begitu juga bagi anak-anak kini bisa belajar pada malam hari,” tutur Andy.

Bupati Wakatobi Haliana mengatakan kini beberapa daerah 3T di wilayahnya telah dilistriki, terutama untuk Desa Sombano dan Pulau Kapota yang selama ini tidak teraliri listrik. Dia berharap usaha rakyat di lokasi tersebut bisa menggeliat terutama pada bidang perikanan dan pariwisata. 

Dirinya juga optimistis, kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif sehingga upaya mencerdaskan masyarakat yang selalu digagas oleh pemerintah bisa berjalan lebih efektif.

"Harapannya, masyarakat juga turut berpartispasi dalam menjaga keberlangsungan pasokan utamanya saat ada pohon yang berpotensi menimbulkan gangguan pasokan," tutup Haliana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler