Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN akan Menambah Produksi Listrik Sulawesi 1.488 MW

Percepatan penambahan produksi dilakukan melalui peluang investasi pembangunan pembangkit listrik.
Ilustrasi fasilitas PLTA./Poso Energy
Ilustrasi fasilitas PLTA./Poso Energy

Bisnis.com, MAKASSAR - PT PLN (Persero) berencana menambah produksi listrik di Sulawesi sebesar 1.488 MW sampai 2030 mendatang guna memenuhi kebutuhan listrik industri yang semakin berkembang, terutama di wilayah Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel).

Target tersebut akan didorong dengan membuka peluang investasi bagi siapapun yang ingin membangun pembangkit listrik di wilayah ini. Catatannya, sebagian besar listrik yang dihasilkan atau 91,9 persen dari total target tersebut harus berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).

"Kami merencanakan sampai 2030 akan menyiapkan 1.488 MW, sebanyak 91,9 persen dari EBT. Jadi investor yang ingin mengembangkan EBT, silahkan, buat feasibility study dulu lalu ajukan proposalnnya," ungkap Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Juli Sasmiharto, belum lama ini.

Diketahui kapasitas listrik di Sulawesi saat ini mencapai sekitar 3.215 MW, di mana jumlah tersebut belum mampu memenuhi semua permintaan listrik, terutama dari industri. Oleh karena itu, PLN terus berusaha mendorong terciptanya sumber-sumber listrik baru untuk memacu pertumbuhan industri yang lebih luas lagi di wilayah ini.

Komitmen mereka, sumber listrik baru tersebut sebagian besarnya harus berasal dari pembangkit energi hijau, meskipun EBT di Sulawesi sebenarnya telah maju. Penerapan EBT Sulawesi menyumbangkan sekitar 36,2 persen dari total daya mampu netto sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Utara dan Sulawesi Bagian Selatan yang saat ini mencapai 3.215 MW.

"Meskipun begitu, kami tetap komitmen mendorong EBT supaya membantu realisasi target nasional di mana EBT bisa menyumbang 23 persen dari bauran energi nasional pada 2030 mendatang dan 31 persen pada 2050," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper