Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Makassar Datangkan 700 Ekor Sapi dari Sumbawa

Rumah potong hewan Makassar kerja sama langsung dengan peternak di Sumbawa untuk datangkan 700 ekor sapi, sekarang baru tiba 150 ekor
Plh Direktur Utama PD RPH Makassar Muhammad Idris saat memperlihatkan sapi yang baru saja didatangkan dari Sumbawa./PD RPH.
Plh Direktur Utama PD RPH Makassar Muhammad Idris saat memperlihatkan sapi yang baru saja didatangkan dari Sumbawa./PD RPH.

Bisnis.com, MAKASSAR — Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Makassar mendatangkan 700 ekor sapi dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjaga stok permintaan selama Iduladha 2023.

Plh Direktur Utama PD RPH Makassar Muhammad Idris mengatakan saat ini baru tiba 150 ekor dan rencananya akan datang lagi 50 ekor pada pekan ini. Sementara sisanya akan dikirim bertahap.

"Kita memang kerja sama langsung dengan peternak di Sumbawa untuk datangkan 700 ekor sapi, sekarang baru tiba 150 ekor," kata Idris, Kamis (8/6/2023).

Dia memastikan bahwa semua sapi yang didatangkan ini bebas dari penyakit karena sudah melalui masa karantina. Selain itu Sumbawa juga masuk dalam zona hijau, daerah yang dianggap bebas dari penyakit hewan ternak.

"Sapi yang kami datangkan dari Sumbawa ini ada bukti karantinanya, riwayat kesehatannya, ada barcode-nya. Tidak terjangkit dari penyakit karena setibanya di Makassar, juga harus melalui proses karantina kembali," jelasnya.

Idris menambahkan jika pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan mendatangkan sapi kurban dari daerah lain di Sulawesi Selatan karena sudah ada sejumlah kasus penyakit hewan ternak ditemukan, utamanya di Kabupaten Barru.

Makanya, Idris juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak asal membeli dan memilih hewan kurban. Selain harus sehat, proses pemotongannya pun harus sesuai dengan syariat.

"Di RPH kami siapkan beragam berat sapi dengan harga yang sudah kami tentukan. Dari berat 60 kilogram hingga 150 kilogram. Semuanya kami jamin kesehatannya," tutur Idris.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper