Transaksi QRIS BRI di Makassar Ditarget Rp40,7 Miliar Sepanjang 2023

Target tersebut sejalan dengan target merchant QRIS sepanjang tahun ini sebanyak 31.000 merchant.
QRIS BRI./JIBI
QRIS BRI./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - Demi mendorong ekosistem nontunai di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menargetkan transaksi QRIS di wilayah ini bisa tembus Rp40,7 miliar sepanjang 2023, atau tumbuh 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Regional CEO BRI Makassar Rahman Arif mengatakan, target tersebut sejalan dengan upaya mereka dalam memperbanyak merchant QRIS BRI di Ibu Kota Sulsel ini.

Sepanjang 2023, BRI Regional Makassar menargetkan merchant QRIS mereka bisa mencapai 31.000 merchant, atau tumbuh 2.000 merchant dibanding 2022 yang hanya 29.670 merchant.

Dia mengatakan jika pihaknya saat ini terus melakukan upaya penambahan jumlah merchant melalui akuisisi ekosistem cluster, salah satunya dengan program tawuran pasar. Melalui program ini para mantri BRI aktif mengunjungi padagang-pedagang pasar sekaligus mengakuisisi QRIS dan memastikannya dapat digunakan dengan baik.  

Selain itu pihaknya juga menyasar tempat-tempat nongkrong, tempat hiburan, dan tempat berjualan para pelaku UMKM di wilayah ini.

"Dengan banyaknya merchant QRIS BRI, kami harapkan bisa memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah, serta mendukung program cashless dari pemerintah," ucapnya, Selasa (23/5/2023).

Sementara pada 2022 lalu, jumlah merchant QRIS BRI di Makassar sebanyak 29.670 merchant, tumbuh 51 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara jumlah transaksi sepanjang tahun tersebut tercatat sebanyak 47.000 transaksi dengan sales volume transaksi sebesar Rp25,9 miliar.

Sebelumnya Direktur BI Sulsel Rudy Bambang Wijanarko memerinci, secara keseluruhan, pengguna QRIS di Sulsel hingga Desember 2022 tercatat telah mencapai 504.434 pengguna.

"Pengguna QRIS Sulsel sampai sejauh ini mayoritas masih di Makassar, namun jika dibandingkan provinsi lain, Sulsel menjadi yang terbanyak di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper