Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PLN Bangun Tiga PLTS Lagi di Sulsel, Senilai Rp92 Miliar, Kapasitas 3.207 kWp

Total investasi ketiga PLTS senilai Rp92 miliar dan direncanakan beroperasi secara COD pada Oktober 2023.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  13:21 WIB
PLN Bangun Tiga PLTS Lagi di Sulsel, Senilai Rp92 Miliar, Kapasitas 3.207 kWp
PLTS berkapasitas 1,3 Mega Watt peak (MWp) di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. - PLN
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — PLN bersama PT Deltamas Solusindo dan PT Semesta Energi Services menandatangani Surat Perjanjian Kerja Pembangunan Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas sebesar 3.207 kWp di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketiganya terdiri dari PLTS berkapasitas 1.398 kWp di Desa Pasimarannu, PLTS berkapasitas 1.114 kWp di Desa Takabonerate, dan PLTS berkapasitas 695 kWp di Desa Pasilambena.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, total investasi ketiga PLTS tersebut senilai Rp92 miliar dan direncanakan beroperasi secara COD pada Oktober 2023.

"Ini menjadi komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan, khususnya di wilayah Sulselrabar. Semoga dengan adanya kontrak pembangunan tiga PLTS bisa selesai sesuai rencana, sehingga masyarakat yang berada di Kepulauan Selayar bisa segera menikmati listrik dan mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian di sana,” ujar Andy di Makassar, Selasa (24/1/2023).

Di sisi lain, hadirnya tiga PLTS nantinya dapat menjadi pasokan tambahan dalam melayani 29.392 pelanggan dan mampu memperkuat keandalan pasokan listrik serta perbaikan pelayanan pada pelanggan eksisting yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Direktur PT Deltamas Solusindo Henry Saputra mengungkapkan penandatangan kontrak atas pembangunan PLTS ini merupakan peran aktif terhadap rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peran energi baru terbarukan secara nasional.

"Kami siap untuk menyelesaikan amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menyelesaikan project tepat waktu. Sehingga semakin banyak pulau-pulau terpencil yang memperoleh listrik melalui pembangkit berbasis EBT," ujar Henry.

Saat ini sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan, khususnya di Sulselrabar telah disuplai oleh energi terbarukan, seperti PLTB Tolo (60MW), PLTB Sidrap (70MW), PLTA Bakaru (2x63MW), PLTA Poso (515 MW), PLTA Malea (90 MW), PLTA Bili-bili (19,5 MW) sehingga menambah bauran EBT di Sulbagsel sebesar 45,8 persen di atas target nasional 23 persen di tahun 2025.

Sementara Direktur Utama PT Semesta Energi Services Herman mengatakan untuk bisa beroperasi, tiga PLTS membutuhkan waktu delapan bulan dan diperlukan sinergi yang baik agar proses pekerjaan berjalan lancar.

"Dengan waktu yang singkat, mohon bantuan dan kerja samanya agar bisa bersinergi dengan baik sehingga proses pekerjaan bisa berjalan lancar dan bisa beroperasi tepat waktu di Oktober ini," ujar Herman.

Diketahui sebelumnya PLN juga telah mebangun PLTS berkapasitas 1,3 Mega Watt peak (MWp) di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar pada April 2022. Tambahan PLTS pada tahun ini akan mampu meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan sebagai pembangkit tenaga listrik, terutama di wilayah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN sulsel plts
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top