Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pacu Kapasitas UMKM, 150 Binaan BNI di Makassar Terima NIB

NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui platform online single submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi/BKPM
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 22 Desember 2022  |  14:18 WIB
Pacu Kapasitas UMKM, 150 Binaan BNI di Makassar Terima NIB
Seremonial pemberian NIB kepada UMK di Kota Makassar oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadlia - Nugriho Kassa/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Sebanyak 200 pelaku usaha mikro menengah atau UMK di Kota Makassar yang tercatat dalam ekosistem bisnis binaan BNI memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) secara serempak.

Pemberian NIB kepada pelaku UMK itu dihadiri pula secara langsung oleh Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia di Celebes Convention Center (CCC) Kota Makassar, Kamis (22/12/2022), yang juga dimaksudkan lebih mendorong kapasitas daya saing pelaku usaha lokal berskala kecil dan mikro.

Adapun NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui platform online single submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) setelah pelaku usaha melakukan pendaftaran. 

NIB merupakan perizinan tunggal untuk UMK berisiko rendah dan sekaligus berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), angka Pengenal Impor (API) dan Akses Kepabeanan, SNI dan Sertifikat Jaminan Produk Halal. NIB wajib dimiliki oleh segenap pelaku usaha yang ingin mengurus perizinan berusaha melalui OSS, baik usaha baru maupun usaha yang telah berdiri sebelum operasional OSS.

"Ekonomi Indonesia diprediksi masih akan baik [di 2023], di mana salah satunya adalah kontribusi dari segmen UMKM," kata Menteri Bahlil dalam seremoni penyerahan NIB untuk pelaku UMK di Sulawesi Selatan. 

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah 07 Makassar Muhammad Arafat mengemukakan jika pihaknya senantiasa mendorong agar UMK binaan perseroan dapat lebih cepat naik kelas. Salah satu hal krusial yang perlu ditingkatkan ke depan adalah kepemilikan perizinan usaha karena legalitas itu menjadi dasar untuk pengajuan kredit usaha ke perbankan.

Dia menambahkan, NIB akan menjadi data awal bagi pelaku UMK untuk bergabung dalam ekosistem BNI yang terintegrasi dengan program-program pemberdayaan mulai penyediaan permodalan murah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga program pendampingan produk ekspor melalui BNI Xpora untuk mendorong usaha UMK menjadi go global. 

Untuk informasi, percepatan penyaluran NIB di Makassar ini bagian dari rangkaian kegiatan Percepatan Penyaluran yang sebelumnya telah berlangsung di 19 kota, yang mana khusus di Makassar, BNI memfasilitasi 150 pelaku UMK binaan BNI untuk menerima NIB secara massal. 

"Kami akan terus berupaya melakukan percepatan penerbitan NIB bagi debitur segmen kecil BNI sebagai dukungan terhadap program-program Pemerintah. Saat ini tercatat lebih dari 2.000 debitur BNI di segmen kecil telah memiliki NIB," ujar Arafat. 

Dalam rangkaian kegiatan Penerbitan NIB di Makassar, BNI juga memberikan sosialisasi  “Dukungan Pembiayaan Dalam Upaya Pemberdayaan UMKM”, bersama Narasumber lain dari Kemenkumham Kanwil Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kepemilikan NIB bagi setiap pelaku usaha ini diharapkan bukan saja mempermudah para pelaku UMK untuk mendapatkan perizinan secara online, namun juga dapat memperoleh kemudahan permodalan usaha sekaligus pendampingan dalam graduasi usaha UMKM hingga memiliki kualitas produk eksport. Salah satu produk unggulan BNI yaitu BNI Xpora yang didesain untuk memudahkan para pelaku usaha memaksimalkan akses pasar ke luar negeri. BNI senantiasa berkomitmen membantu pelaku UMK naik kelas hingga menjadi UMK Go Global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian investasi
Editor : Amri Nur Rahmat
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top