Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

154.000 Kendaraan di Sulawesi Berhak Beli BBM Bersubsidi

Program Subsidi Tepat Pertamina di Sulawesi rencananya akan mulai diterapkan pada 2023.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 11 Desember 2022  |  13:55 WIB
154.000 Kendaraan di Sulawesi Berhak Beli BBM Bersubsidi
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — Sebanyak 154.000 kendaraan di Sulawesi per-8 Desember 2022 telah terdaftar pada program Subsidi Tepat Pertamina dan dinyatakan berhak membeli BBM bersubsidi.

Dari enam provinsi, kendaraan di Sulawesi Selatan menjadi yang paling banyak terdaftar dengan 71.500 kendaraan. Kemudian Sulawesi Utara 26.500 kendaraan, Gorontalo 24.000 kendaraan, Sulawesi Tenggara 18.000 kendaraan, Sulawesi Tengah 9.000 kendaraan, dan Sulawesi Barat 4.000 kendaraan.

Pjs Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi Taufiq Kurniawan mengatakan, program tersebut rencananya baru akan diterapkan pada 2023 mendatang di wilayahnya. Saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah terkait jadwal pasti penerapan.

"Program subsidi tepat akan dilaksanakan secepatnya sambil menunggu instruksi dari pemerintah. Kita sih harapnya bisa di 2023 untuk seluruh Sulawesi," ungkap Taufiq kepada Bisnis, Jumat (9/12/2022).

Dia mengatakan, program ini merupakan upaya dari Pertamina untuk memastikan dan melindungi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi, supaya tidak terganggu dengan masyarakat yang tidak berhak mendapatkan.

Saat penerapan nanti, pemetaan kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi akan dilakukan by sistem, sehingga tidak ada lagi human error atau kecurangan yang dilakukan oleh operator. Diharapkan, pemberlakuannya akan membuat penyaluran BBM bersubsidi di seluruh Sulawesi tepat sasaran.

Walaupun belum diterapkan, Program Subsidi Tepat Pertamina di Sulawesi saat ini berada di fase transisi, di mana operator SPBU masih melakukan pencatatan nomor polisi kendaraan yang di-generate menjadi QR Code.

"Karena masih manual, jadi kita masih dapati beberapa kecurangan, contoh semua orang saat ini masih bisa mengisi BBM secara bebas, kendaraan mewah ngisinya produk subsidi. Kalau sudah by sistem nanti, sistem yang akan bekerja jadi tak ada lagi salah sasaran," jelasnya.

Untuk mendaftarkan kendaraannya di program ini, Taufiq menjelaskan bisa melalui beberapa layanan. Seperti melalui website subsiditepat.mypertamina.id, di SPBU terdekat, dan di aplikasi My Pertamina.

"Semua masyarakat yang kendaraannya termasuk penerima subsidi, bisa mendaftarkannya dari sekarang supaya kalau diterapkan tidak kaget. Di SPBU bisa, semua SPBU se-Suawesi siap melayani konsutasi pendaftaran secara langsung dan akan dibantu operator," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm subsidi solar sulsel
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top