Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makassar Anggarkan Rp15,3 Milliar untuk Capai Nol Kasus Stunting

Pemerintah Kota Makassar menganggarkan Rp15,3 milliar untuk mencapai target nol kasus stunting di wilayahnya pada 2024.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 23 November 2022  |  21:10 WIB
Makassar Anggarkan Rp15,3 Milliar untuk Capai Nol Kasus Stunting
Stunting - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menganggarkan Rp15,3 milliar untuk mencapai target nol kasus stunting di wilayahnya pada 2024 mendatang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Makassar Chaidir optimistis target ini bisa diraih setahun ke depan dengan cara penguatan anggaran di tingkat kelurahan. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mengajukan anggaran Rp50 juta per kelurahan untuk pencegahan stunting.

“Kemudian ada lagi Rp30 juta untuk pemberian makanan tambahan, kemudian Rp10 juta untuk pembinaan dapur sehat atasi stunting (DSAS), lalu Rp10 juta untuk pembinaan balita sehat dalam kampung keluarga berkualitas,” ujar Chaidir pada Rabu (23/11/2022).

Dikatakan, anggaran setidaknya bisa mencapai Rp100 juta, atau mencapai Rp15,3 milliar untuk 153 kelurahan di Kota Makassar.

Dia mengklaim, bahwa angka stunting tahun ini cukup progresif turun dari tahun sebelumnya. Saat ini berada di 9 persen kasus.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi menyebut, bahwa Makassar saat ini masih menjadi daerah dengan tingkat stunting terendah di Sulawesi Selatan.

"Target zero stunting seyogianya menjadi misi utama pemkot hingga 2024 mendatang. Diharapkan angka stunting yang dilaporkan bisa zero lebih cepat di 2023 mendatang," harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stunting makassar sulawesi selatan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top