Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konversi Kendaraan BBM ke Listrik Membuat Penjualan Mitsubisi Fuso Naik 30 Persen

Ada beberapa faktor hingga truk ini laris manis di 2022 ini. Salah satunya adalah bergeraknya perusahaan-perusahaan tambang dalam peningkatan produksi mereka di tahun ini.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 25 April 2022  |  08:25 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk. - Antara/M Risyal Hidayat
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk. - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, MAKASSAR - Penjualan Mitsubisi Fuso di Kawasan Timur Indonesia tumbuh positif selama triwulan pertama 2022. Program konversi kendaraan BBM ke listrik ternyata menjadi salah satu pemicunya.

National Operation Head PT Bosowa Berlian Motor Berlan Sumadi mengatakan di triwulan pertama ini penjualan Mitsubisi Fuso mengalami peningkatan di atas 30 persen dibanding triwulan pertama tahun sebelumnya.

Di tahun ini, PT Bosowa Berlian Motor selaku authorized dealer Mitsubishi Fuso di wilayah Indonesia Bagian Timur (IBT) ini berhasil menjual sekitar 600 unit seluruh tipe. Artinya secara rata-rata perbulannya mereka berhasil menjual sekitar 200 unit.

Pencapaian ini melebihi target mereka di tahun ini yang hanya 180 unit perbulan. Dengan produk terlaris yaitu Mitsubishi Fuso COLT DIESEL FE SHDX.

"Pencapaian penjualan Mitsubisi Fuso kita optimis akan terus bergerak hingga akhir tahun ini," kata Berlan, baru-baru ini.

Berlan mengungkapkan, ada beberapa faktor hingga truk ini laris manis di 2022 ini. Salah satunya adalah bergeraknya perusahaan-perusahaan tambang dalam peningkatan produksi mereka di tahun ini.

Program pemerintah yang mulai mengonversi kendaraan BBM ke kendaraan listrik juga memiliki dampak positif bagi penjualan Mitsubisi Fuso.

Program konversi ini berdampak pada meningkatnya produksi nikel. Akibatnya beberapa perusahaan tambang nikel pun mulai meningkatkan produksinya, dan tentu membutuhkan lebih banyak armada pengangkut bahan tambang.

"Nikel lagi bagus-bagusnya harganya. Kan mulai ada konversi (kendaraan BBM ke listrik). Jadi perusahaan tambang butuh lebih banyak armada. Itu cukup mempengaruhi penjualan kami," ungkap Berlan.

Apalagi diketahui, lima perusahaan nikel terbesar di Indonesia semuanya berada di Indonesia bagian timur. Terbaru, Kalla Group melalui PT Bumi Mineral Sulawesi juga masuk ke industri baterai kendaraan elektrik ini dengan membangun smelter di Luwu Industrial Park, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.

PT Bosowa Berlian Motor saat ini juga telah siap memasarkan varian terbaru kendaraan niaga berstandar Euro 4. Terdapat 15 Varian Canter dan 14 Varian Fighter X yang siap masuk di kawasan IBT.

Mitsubishi Fuso juga telah meluncurkan 3 varian baru yang belum ada di line-up sebelumnya yaitu Canter FE 74 HDS untuk kebutuhan heavy duty yang juga mengutamakan kecepatan, Canter FE 84 SHDX dengan volume kargo yang lebih besar, dan Canter FE 84 GS untuk kebutuhan logistik yang membutuhkan tenaga lebih besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi truk kendaraan niaga
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top