Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTS Terbesar di Sulsel Beroperasi, Bauran EBT Sulbagsel Kian Membesar

Adapun PLTS yang berlokasi di Desa Parak Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, itu tercatat memiliki kapasitas 1,3 Mega Wattpeak (MWp) dengan luasan area fasilitas mencapai 1,46 hektare
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 18 April 2022  |  12:06 WIB
PLTS Terbesar di Sulsel Beroperasi, Bauran EBT Sulbagsel Kian Membesar
GM PLN Wilayah Sulselrabar (Sulsel, Sultra dan Sulbar) Awaluddin Hafid saat peresmian PLTS Hybrid Selayar. Operasional PLTS terbesar di Sulsel itu menaikkan porsi EBT di Sulselrabar atau Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) berada pada angka 38,8%. - UIW Sulselrabar
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Porsi bauran energi baru terbarukan atau EBT di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) kembali bergerak naik seiring dengan pemanfaatan energi hijau di wilayah tersebut.

Paling terbaru, operasional fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Selayar yang dioperasikan PT PLN (Persero) membuat bauran EBT pada sistem kelistrikan Sulbagsel kini berada pada angka 38,8%.

Adapun PLTS yang berlokasi di Desa Parak Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, itu tercatat memiliki kapasitas 1,3 Mega Wattpeak (MWp) dengan luasan area fasilitas mencapai 1,46 hektare.

Direktur PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Adi Priyanto mengatakan pengoperasian PLTS anyar milik perseroan itu menjadi rangkaian pada upaya penyediaan listrik berbasis energi hijau dengan mengoptimasi potensi EBT di wilayah pelayanan.

"Hadirnya PLTS Hybrid Selayar akan menjadi trigger bagi kita untuk berinovasi dalam mengembangkan potensi sumber energi terbarukan seperti energi matahari, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), geothermal dan bentuk energi terbarukan lainnya," urainya.

Fasilititas pembangkit yang menelan investasi sebesar Rp39,5 miliar tersebut, kata Adi, juga menjadi manifestasi perseroan mendukung komitmen Indonesia sebagai Presidensi G20 dalam mencapai terget Net Zero Emission pada 2060 mendatang.

"Selain secara khusus, tentu saja bakal meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Selayar, maupun Sulsel dan Sulbagsel secara luas serta mengangkat bauran EBT di wilayah ini," urainya.

Sebagai informasi, pengoperasian PLTS Hybrid Selayar untuk terhubung dengan sistem kelistrikan Sulbagsel dilaksanakan pada Jumat (15/4/2022) lalu, dibarengi dengan persemian dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali dan GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Awaluddin Hafid.

Prosesi tersebut turut dihadiri secara daring oleh Direktur PLN Regional Sulawesi,Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Adi Priyanto.

Operasional PLTS Hybrid Selayar itu diperkirakan memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi karbon hingga 1.400 ton CO2 setiap tahunnya.

Menurut GM PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid, seiring dengan terhubungnya PLTS itu ke sistem kelistrikan perseroan maka dikalkulasikan bisa membentuk efesiensi operasional yang signifikan.

"Perhitungan kami dapat menghemat biaya operasional sampai dengan Rp16,5 Milyar per tahun dan yang utama adalah dapat mengurangi penggunaan energi fosil dan menekan emisi karbon," urainya, dikutip dari pemberitaan Bisnis Indonesia, edisi Senin (18/4/2022).

Pada sisi lain, dia mengapresiasi dukungan dan sinergi dari seluruh stakeholder dan mitra kerja yang terlibat dalam proses pembangunan PLTS Hybrid Selayar sehingga akhirnya memberijan manfaat terkhusus bagi warga Selayar.

Sementara, Bupati Selayar dalam kesempatannya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas hadirnya PLTS Selayar. "Saya mewakili masyarakat Selayar mengucapkan terima kasih kepada PLN. Ini adalah Berkah Ramadhan, dimana Selayar memiliki kepulauan yang terpisah dengan daratan lain. Oleh karena itu dengan hadirnya PLTS ini kami berharap dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat," kata Basli Ali.

PLTS Hybrid Selayar

PEMBANGUNAN SINGKAT

Pada sisi lain, pembangunan PLTS terbesar di Sulsel ini sendiri dianggap merupakan prestasi tersendiri bagi PLN dan stakeholders yang terlibat karena masa kontruksi dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu kurang dari enam bulan.

Tahapan pembangunan PLTS Hybrid Selayar ditandai dengan penandatangan kontrak yang dilaksanakan pada 4 Mei 2021, pekerjaan proyek ini dimulai dari site preparation dan pembersihan pahan pada Mei–Juni 2021. Kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi pada Juli–November 2021.

Selanjutnya pada November–Desember 2021 dilaksanakan pekerjaan individual test dan commissioning test. Kemudian PLN melakukan tahap operasi komersial pada 23 Desember 2021 setelah menyelesaikan reliability run, performance test dan uji laik operasi.

Dengan beroperasinya PLTS Hybrid Selayar, maka total daya mampu sistem kelistrikan Selayar adalah 11,65 Mega Watt (MW), beban puncak adalah 6,4 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 5,25 MW. Itu juga membuat bauran EBT di sistem kelistrikan Sulbagsel yang menjadi wilayah kerja PLN UIW Sulselrabar adalah 38,8%, dimana di atas rata-rata target nasional yaitu 23% di 2025.

Untuk informasi, sampai dengan April 2022 pada wilayah kerja PLN UIW Sulselrabar terdapat 11 PLTS dengan total kapasitas 2,5 MWp yang tersebar di beberapa pulau seperti Pulau Sabutung Kabupaten Pangkep dan Pulau Tomia di Kabupaten Wakatobi.

Kedepannya, berdasarkan panduan RUPTL tahun 2021-2030, PLN UIW Sulselrabar akan membangun 12 PLTS di beberapa pulau yaitu di Provinsi Sulsel, Sultra & Sulbar dgn kapasitas 17,61 MWp.

Gencarnya pembangunan PLTS di Sulselrabar sejalan dengan kebutuhan penggunaan listrik masyarakat di wilayah tersebut. Apalagi saat ini PLN UIW Sulselrabar tengah menyasar pelanggan di bidang pertanian dan peternakan.

Konsumsi listrik di sektor pertanian dan peternakan sendiri memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan PLN UIW Sulselrabar. Sampai Februari 2022, pertumbuhan penjualan sektor pertanian dan peternakan sebesar 231,26% dibanding Februari tahun lalu.

Awaluddin kembali menjelaskan, PLN optimis keberadaan listrik mampu meningkatkan produktivitas petani dan peternak. Komitmen ini untuk menjaga kualitas layanan PLN serta keandalan pasokan listrik, sehingga pelanggan dapat menjalankan usahanya dengan nyaman dan berimplifikasi pada peningkatan ekonomi.

"Kebutuhan listriknya cukup besar guna mengoperasikan mesin, selain itu efisiensi yang didapatkan cukup besar apabila menggunakan listrik," pungkasnya.

Salah satu peternak ayam kandang tertutup di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim mengatakan dirinya sangat terbantu dengan penggunaan listrik di usahanya. Apalagi ia dapat menghemat biaya operasional hingga puluhan juta rupiah.

Ia mengungkapkan jika kunci keberhasilan dalam mengelola peternakan ayam adalah menjaga suhu tubuh ayam. Menjaga suhu kandang menggunakan peralatan elektronik seperti kipas blower, penghangat ruangan dan lampu bertujuan meningkatkatkan performa produksi ayam telur maupun pertumbuhan ayam daging.

Adanya pasokan listrik dari PLN ini dianggapnya dapat membantu peternak lebih efisien. Jika harus menggunakan genset untuk mengoperasikan kipas blower, penghangat ruangan dan lampu ia membutuhkan rata-rata 3.600 liter solar atau setara sekitar Rp32 juta per bulannya.

Sedangkan dengan menggunakan listrik, Mustakim hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp7 juta per bulannya untuk operasional peternakan kandang tertutupnya.

"Setelah menggunakan listrik, kami dapat mengoptimalkan produksi yang tadinya panen membutuhkan waktu 28 hari kini hanya membutuhkan waktu 22 hari sehingga dari sisi efektifitas waktu lebih singkat dan omzet kami pun otomatis meningkat," jelasnya.

Diketahui saat ini PLN terus menggenjot program Electrifying Agriculture (EA) dengan meningkatkan layanan untuk kebutuhan listrik petani dan peternak khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Sejalan dengan program tersebut pada kuartal I/2022 pelanggan PLN UIW Sulselrabar menyentuh angka 3,58 juta dengan total daya 5,7 miliar Volt Ampere (VA). Penjualan listrik PLN UIW Sulselrabar di kuartal I/2022 meningkat drastis yaitu 17,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ebt
Editor : Amri Nur Rahmat
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top