Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival Ramadan Megamas Manado, Cermin Keberagaman di 'Bumi Nyiur Melambai'

Pelaksanaan Festival bernuansa Ramadan banyak diselenggarakan oleh sejumlah kalangan di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Nasrani itu.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 11 April 2022  |  08:12 WIB
Festival Ramadan Megamas Manado, Cermin Keberagaman di 'Bumi Nyiur Melambai'
Pengunjung berada di area Festival Ramadan dan Bazar Murah 2022 di kawasan Megamas, Manado, Rabu (6/4/2022). Festival tahunan tersebut berlangsung pada 26 Maret-25 April 2022 dengan sebagian besar pesertanya adalah UMKM lokal Manado - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, MANADO - Ramadan di Kota Manado tampak menjadi cerminan eratnya keberagaman yang terjalin di Bumi Nyiur Melambai. Hal yang paling kentara adalah kembali maraknya penjaja kuliner maupun takjil pada sejumlah ruas di Manado saban sore menjelang waktu berbuka.

Selain itu, pelaksanaan Festival bernuansa Ramadan juga banyak diselenggarakan oleh sejumlah kalangan di daerah mayoritas beragama Nasrani itu, termasuk pula pengelola pusat perbelanjaan maupun pusat bisnis di Kota Manado.

Salah satunya seperti yang terselenggara di Kawasan Megamas Manado. Pada periode Ramadan 1443 Hijriah atau bertepatan dengan April 2022 Masehi ini, pengelola Kawasan Megamas Manado menggelar serangkaian aktivitas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung yang dikenal seba-gai Festival Kuliner Ramadan dan Bazar Murah 2022, yang diharapkan bisa mengakomodasi pengunjung kawasan.

Managing Director Megasurya Nusalestari, pengelola Kawasan Megamas Manado, Irawan Handoko menjelaskan pelaksanaan festival di kawasan kelolaan telah menjadi agenda rutin tahunan dalam merayakan Ramadan.

Festival serupa juga diakui kerap dilakukan pada momen-momen lainnya, termasuk menjelang perayaan hari besar keagamaan pada skala yang universal.

“Lebih dari itu, rangkaian kegiatan ini [Festival Ramadan] menjadi gambaran dari rajutan keberagaman yang ada di Kota Manado, yang mana tidak hanya bisa dinikmati oleh pengunjung yang berkeyakinan Muslim, tetapi juga bisa dimanfaatkan publik Manado secara luas,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, belum lama ini.

Sebagai informasi, Kawasan Megamas Manado sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan bisnis terpadu dan terlengkap di wilayah ti-mur Indonesia. Terdapat sejumlah pusat perbelanjaan (mall), hospitality, arena bermain, wisata pesisir, kuliner beragam serta aspek lainnya tersaji lengkap di kawasan tersebut.

Adapun pada Ramadan tahun ini, pelaksanaan rangkaian Festival Ramadan dan Bazar Murah 2022 sudah mulai bergulir sejak 26 Maret 2022 lalu.

Sesuai dengan perencanaan, festival tahunan itu berdurasi selama sebulan atau berakhir pada 25 April 2022 mendatang.

Festival tersebut diisi oleh se-deret tenant yang sebagian be-sar adalah pelaku UMKM lokal Manado, serta jaringan kuliner eksisting lainnya di kawasan. Selain itu, terdapat pula gelaran bazar fesyen yang berlangsung di area festival.Festival Ramadan di Kawasan Megamas Manado itu juga akan melaksanakan sejumlah lomba bertema religi, mulai dari lomba fesyen muslim/muslimah, hafalan surah-surah Al Quran hingga lomba bercerita islami.

Untuk pengunjung yang akan berbuka puasa, panitia festival telah menyiapkan saji-an hiburan menjelang waktu berbuka, yakni nasyid hingga kultum.

Titik pelaksanaan festival tersebut mengambil tempat di area gelanggang basket Kawas-an Megamas Manado dan Area Lahan Outdoor Megamall, yang mana terbuka untuk seluruh publik kota tersebut tidak ter-batas pada umat Muslim. Menurut Director of Operations Megasurya Nusalestari Amelia Tungka, festival Rama-dan tersebut telah memasuki tahun kesepuluh pelaksanan di Kawasan Megamas yang dimaksudkan menyemarakkan nuansa bulan suci bagi umat muslim.

“Ini sudah rutin kami kami lakukan setiap Ramadan sejak 2010 lalu, kecuali pada 2020 lalu itu absen karena ma-sih awal pandemi, pembatasan skala luas diberlakukan pemerintah,” tuturnya.

Pada festival untuk tahun ini, lanjut dia, pihaknya sudah memastikan ke seluruh pihak yang terlibat agar tetap menerapkan proto-kol kesehatan. Meski angka Covid-19 sudah cenderung melandai siginfi kan, tetapi kewaspadaan dinilai tetap harus diutamakan sembari melaksanakan event tahunan tersebut.

“Partisipan tenant kuliner untuk tahun ini ada sebanyak 40-an tenant, sedangkan untuk kapasitas tempat bagi pengunjung saat menikmati kuliner pilihannya bisa mencapai 200-an tempat duduk, di mana sudah dikalkulasi luasan area disesuaikan dengan protokol yang dipersyaratkan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manado
Editor : Amri Nur Rahmat
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top