Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Cabai di Makassar Melonjak Tajam Akibat Cuaca Buruk

Kenaikan tajam harga cabai memang biasa terjadi saat musim hujan.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  14:07 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MAKASSAR - Akibat cuaca buruk, harga cabai di Makassar naik tiga kali lipat. Dari yang semula Rp20.000 perkilogramnya, kini menjadi Rp60.000 perkilogram.

Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Sulsel, khususnya di Makassar berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok, termasuk cabai. Padahal, pekan lalu harga cabai masih Rp20.000 perkilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Terong Makassar, Satria mengatakan jika kenaikan harga cabai telah terjadi pekan lalu. Ia terpaksa harus menjual cabai semahal itu karena harga dari pemasok juga sangat tinggi.

"Lombok (cabai) ini Rp60.000 satu kg. Karena saya beli (di pemasok) harganya Rp55.000 ribu, makanya saya jual Rp60.000. Sudah ada satu minggu ini naik harganya. Gara-gara hujan terus jadi naik," katanya, Rabu (8/12/2021).

Namun Satria tidak terlalu heran dengan lonjakan ini, karena ia mengatakan kondisi kenaikan tajam harga cabai memang biasa terjadi saat musim hujan.

"Yang saya tahu kalau hujan terus mati tanamannya, karena tidak bisa hidup itu pohonnya kalau hujan terus, mati. Makanya harganya naik apalagi mau juga tahun baru," imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Ashari Radjamilo membenarkan jika harga cabai semakin tak terkendali. Ia mengungkapkan, hal itu disebabkan karena cuaca yang tak kondusif dan momen Nataru (Natal dan Tahun Baru).

"Ini saya lagi pantau terus harga di luar. Persoalan cabai memang sudah sering kalau masuk musim hujan. Terjadi namanya produksi menurun, permintaan naik. Apalagi ditambah jelang Nataru. Sulit diintervensi ini karena umum terjadi," ungkap Ashari.

Beberapa daerah penghasil cabai di Sulsel mengalami kebanjiran. Hal ini yang menyebabkan produksi cabai semakin berkurang. Apalagi menjelang Nataru, perimntaan bahan pokok semakin meningkat.

"Ada beberapa daerah penghasil cabai seperti Enrekang, Wajo, Jeneponto, Sidrap yang menjadi sumber distribusi cabai. Mereka mengalami gangguan curah hujan yang sama. Sehingga distribusi lambat dan harga menjadi tak terkendali," jelasnya.

Humas PD Pasar Makassar Raya, Idris membenarkan kenaikan harga tersebut. Bahkan ia mengakui jika kenaikan harga cabai saat ini sangat cepat terjadi.

"Berarti naik lagi, karena kemarin saya tanya masih Rp50.000. Sekarang sudah Rp60.000. Tinggi itu harganya. Memang sebelumnya, pernah naik setara dengan harga saat itu. Tapi ini cepat sekali," ungkapnya.

Idris bahkan memperkirakan, harga cabai akan terus di angka saat ini. Harga cabai kemungkinan akan mulai turun saat musim hujan mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel harga cabai
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top