Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Teror Sigi, Masyarakat Masih Takut Beraktivitas di Kebun

Tindakan para penyerang di Kabupaten Sigi yang memenggal korban dan membakar rumah menyisakan ketakutan bagi masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  17:31 WIB
Ilustrasi - Petani membajak sawah menggunakan traktor tangan di Desa Porame, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4/2020). - Antara
Ilustrasi - Petani membajak sawah menggunakan traktor tangan di Desa Porame, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4/2020). - Antara

Bisnis.com, SIGI - Aksi terorisme dengan memenggal korban dan membakar rumah membuat warga dibayangi ketakutan.

Kebanyakan masyarakat di Desa Lembantongoa, Kecematan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih takut beraktivitas di kebun.

Aksi penyerangan diduga dilakukan teroris MIT Poso yang menewaskan empat warga transmigrasi di wilayah itu pada Jumat (27/11/2020).

''Kami tidak berani pergi ke kebun, meski jaraknya tidak jauh dari rumah, sebab sangat khawatir dengan keamanan dan keselamatan jiwa kami,'' kata Huber SP, salah seorang pengurus kelompok tani di Desa Lembantongoa, Selasa (1/12/2020).

Ia mengatakan peristiwa berdarah yang sangat menggemparkan itu membuat warga transmigrasi maupun masyarakat di Desa Lembantongoa memilih untuk sementara tinggal di rumah.

Padahal, katanya, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, selama ini mereka mengandalkan dari hasil pertanian dan perkebunan.

Hasil panen setelah dijual, uangnya digunakan untuk membeli berbagai barang/bahan kebutuhan sehari-hari.

''Tapi mau bagaimana lagi, lebih baik kami tidak ke kebun, dari pada jiwa kami terancam dari serangan teroris,'' kata Huber.

Hal senada diungkapkan Jefri, salah seorang warga Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo.

Ia mengemukakan setelah pembunuhan keji yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT Poso, masyarakat saat ini hanya tinggal di rumah.

Masyarakat lebih memilih untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kebun, sebab masih takut akan keselamatan jiwanya.

Memang, katanya, sudah banyak aparat yang datang ke Desa Lembantongoa, tetapi masyarakat umumnya masih trauma berat dengan kejadian yang mengerikan tersebut.

Seperti diketahui pada Jumat (27/11) sekitar pukul 08.00 WITA, sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang didiga kuat adalah anggota MIT Poso melakukan penyerangan ke permukiman warga Transmigrasi di wilayah tersebut.

Ada empat warga transmigrasi yang dibunuh dan beberapa rumah dibakar, habis rata dengan tanah.

Warga berharap para pelaku penganiayaan berat di Desa Lembantongoa beberapa hari lalu bisa secepatnya dilumpuhkan oleh aparat TNI/Polri.

Masyarakat mendoakan aparat TNI/Polri segera menumpas habis para kelompok teroris sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman untuk mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya.

Desa Lembantongoa hampir 100 persen adalah petani menanam berbagai komoditi seperti padi sawah, padi ladang,jagung, kedelai, tomat,cabe,pisang, ubi-ubian, kopi,cengkih dan kakao.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme teroris poso

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top