Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendari Harap Bantuan Alat PCR dari Kemenkes untuk Tangani Pandemi

Progres pembangunan gedung pusat penanganan pasien Covid-19 masih berlangsung dan baru mencapai 50-60 persen yang ditargetkan rampung pada November 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  08:41 WIB
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berupaya bisa mendapatkan bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kementerian Kesehatan sehingga dapat melakukan uji usap bagi pasien setempat yang dicurigai terpapar Covid-19.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, Kemenkes telah menyahuti hal itu, akan tetapi pemerintah kota terlebih dahulu harus menyelesaikan pembangunan gedung pusat penanganan pasien Covid-19 yang akan menjadi tempat penyimpanan alat uji usap nantinya.

"Alhamdulillah, kita dapat konfirmasi dari Kementerian Kesehatan akan dibantu (alat uji usap), hanya saja satu atau dua unit kita masih sedang memastikan, menunggu sampai lab Covid-19 center yang kita bangun selesai," kata Sulkarnain dikutip dari Antara, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya, jika kondisi lab (gedung pusat penanganan pasien Covid-19) sudah selesai, maka pihaknya segera melaporkan ke Kemenkes.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan saat ini progres pembangunan gedung pusat penanganan pasien Covid-19 masih berlangsung dan baru mencapai 50-60 persen yang ditargetkan rampung pada November 2020.

"Covid-19 Center RSUD Kota Kendari memiliki kapasitas 40 ruang yang dilengkapi dengan Laboratorium PCR. Jadi hadirnya Covid-19 center ini setidaknya bisa mengurai jumlah pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit rujukan," ujar Sulkarnain.

Ia berharap hadirnya alat PCR akan semakin mempercepat proses penanganan Covid-19 di Kota Kendari.

"Setidaknya nanti sudah ada kepastian. Dan tentunya kita tidak perlu menunggu hasil lab yang lama seperti sebelumnya. Karena jika kita punya sendiri alatnya, itu hanya butuh waktu 1-2 menit untuk tahu hasilnya seseorang terpapar (Covid-19) atau tidak," katanya.

Data gugus tugas Covid-19 Kota Kendari mencatat hingga 29 Oktober 2020 jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 2.520 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.843 orang, 588 orang masih dalam perawatan isolasi atau karantina dan 31 orang dinyatakan meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kendari

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top