Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 di Sulteng Meningkat Tajam, Gubernur Longki Ungkap Faktornya

Dalam dua pekan, kasus Covid-19 di Sulteng terus meningkat tajam. Per hari ini, Rabu (21/10/2020) tercatat 36 kasus baru sehingga total terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 762 pasien.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  19:59 WIB
Petugas medis memasukkan sampel tes usap seorang pasien dalam kunjungan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah di New York, AS, Selasa (4/8/2020). - Bloomberg/Angus Mordant
Petugas medis memasukkan sampel tes usap seorang pasien dalam kunjungan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah di New York, AS, Selasa (4/8/2020). - Bloomberg/Angus Mordant

Bisnis.com, MAKASSAR - Dalam dua pekan, kasus Covid-19 di Sulteng terus meningkat tajam. Per hari ini, Rabu (21/10/2020) tercatat 36 kasus baru sehingga total terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 762 pasien.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengungkapkan tiga faktor penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di provinsi itu yang terjadi hanya dalam dua pekan terakhir.

Berdasarkan hasil kajian epidemiologi, meningkatkan kasus Covid-19 di Sulteng karena pertama, edukasi yang beluk optimal sampai ke pelosok masyarakat, katanya saat memimpin rapat koordinasi evaluasi penanganan Covid-19 di Sulteng secara virtual di ruang rapat Polibu Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Rabu.

Kedua, lanjutnya, penertiban tempat-tempat keramaian dan tempat umum yang melanggar protokol kesehatan belum optimal. Ketiga, pelacakan yang belum maksimal pada beberapa kabupaten dan Kota Palu.

Keempat yakni protokol kesehatan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat maupun berbagai pihak.

“Untuk itu saya meminta para bupati dan Walibersama Kota Palu, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, kota dan kabupaten lebih optimal mengedukasi masyarakat,” ujarnya Rabu (21/10/2020).

Longki juga meminta seluruh bupati dan wali kota di Sulteng untuk menerbitkan surat edaran wajib menaati protokol kesehatan saat berada di tempat umum dan pusat keramaian.

"Kemudian memperketat penerapan dan penertiban disiplin protokol kesehatan, memaksimalkan pelacakan dan meningkatkan pengambilan sampel usap (swab),"tambahnya.

Ia yakin jika faktor-faktor penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Sulteng itu dapat diatasi dengan langkah-langkah tersebut, jumlah pasien terpapar Covid-19 akan berkurang dan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 melesat.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Provinsi Sulteng, secara kumulatif hingga hari ini total pasien terinfeksi covid-19 berjumlah 762 orang.

Dari 762 orang itu, 479 orang dinyatakan telah sembuh, 30 orang meninggal dan 253 orang menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulteng Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top