Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemanfaatan Teknologi Digital oleh UMKM di Sulut Meningkat

Transaksi nontunai lebih aman di tengah pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  05:48 WIB
Pengguna Tokopedia bertransaksi melalui gawai di Jakarta, Senin (4/5/2020). Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BSSN dan Tokopedia akan melakukan evaluasi, penyelidikan, dan mitigasi teknis terhadap upaya peretasan data pengguna sebanyak 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, serta akan terus memastikan ekonomi digital khususnya e-commerce tetap berjalan dengan baik dan lancar tanpa diganggu peretas data. - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Pengguna Tokopedia bertransaksi melalui gawai di Jakarta, Senin (4/5/2020). Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BSSN dan Tokopedia akan melakukan evaluasi, penyelidikan, dan mitigasi teknis terhadap upaya peretasan data pengguna sebanyak 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, serta akan terus memastikan ekonomi digital khususnya e-commerce tetap berjalan dengan baik dan lancar tanpa diganggu peretas data. - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga akhir September 2020 meningkat sebesar 371 persen jika dibandingkan dengan akhir 2019.

Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat, mengatakan bahwa hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat setempat khuusnya pelaku UMKM semakin melek digital.

"Kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari angka pengguna QRIS yang terus bertambah," ujar Arbonas dikutip dari Antara, Senin (19/10/2020).

Dia mengatakan hingga 30 September 2020, total pengguna QRIS di Sulut mencapai 36.357 merchant, dibanding akhir tahun 2019, pengguna QRIS naik 371 persen.

Kepala Divisi Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Sulut, Haratua Panggabean mengatakan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, terjadi kenaikan 41,5 persen. Per Juni 2020, total pengguna QRIS di provinsi tersebut sebanyak 25.690 merchant.

Penggunaan QRIS terbanyak yaitu dari wilayah Manado, Bitung, Minut, Tomohon dan Minahasa. Rinciannya, Manado sebanyak 19.983 merchant, Bitung 3.653 merchant dan Minut, 3.274 merchant. Sedangkan pengguna QRIS di Tomohon. Sedangkan Kotamobagu, jumlah pengguna QRIS 1.440 merchant.

Namun di sisi lain, terang Arbonas, sosialisasi manfaat QRIS perlu ditingkatkan di sejumlah kabupaten/kota yang tingkat penggunaannya relatif rendah.

Beberapa daerah yang tingkat penggunaan QRIS-nya rendah yakni tiga kabupaten di Nusa Utara, Bolmong, Mitra, Boltim, Bolmut dan Bolsel.

Ia menjelaskan QRIS memberi banyak manfaat. Selain efisiensi dan efektivitas sistem pembayaran, QRIS juga lebih aman.

"Transaksi nontunai lebih aman di tengah pandemi Covid-19," kata Arbonas.

QRIS wajib digunakan seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Baik PJSP perbankan maupun berbasis server seperti OVO, GoPay dan lain-lain.

Katanya, QRIS menjadikan transaksi pembayaran aman, lancar dan efisien. Ia memberi contoh, pembayaran nontunai sehingga tak butuh uang kembalian.

Selain itu, transaksi lebih lancar karena tak terkendala penyediaan uang kartal. QRIS menjamin ketepatan nilai pembayaran sekaligus meminimalisir terjadi risiko mark-up.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top