Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sektor Pariwisata Gorontalo Utara Perlu Dibenahi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah kabupaten setempat untuk tidak mengabaikan urusan sektor pariwisata.
Pulau Huha di Kabupaten Gorontalo Utara/Istimewa
Pulau Huha di Kabupaten Gorontalo Utara/Istimewa

Bisnis.com, GORONTALO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah kabupaten setempat untuk tidak lebih serius dalam pengembangan sektor pariwisata. 

"Pemkab cenderung abai terhadap pariwisata. Hal-hal berkaitan dengan sektor pariwisata mencakup postur anggaran, pembangunan infrastruktur, penataan objek wisata potensial dan promosi, semuanya harus diseriusi dan DPRD siap mengawalnya," ujar wakil ketua Komisi III DPRD setempat, Mikdad Yeser, di Gorontalo, Senin (12/10/2020).

Sektor pariwisata di daerah itu katanya, sangat menjanjikan dalam meningkatkan target  pendapatan asli daerah (PAD).

Potensinya sangat besar, namun penataannya masih kurang karena alokasi anggarannya belum sesuai untuk mendukung pengembangan objek-objek wisata yang punya daya tarik luar biasa.

"Jika daerah mau mandiri melalui PAD dari sektor unggulan, maka perlu serius mengembangkannya secara holistik atau keseluruhan," terangnya.

Manfaatnya dipastikan besar untuk kepentingan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia memberikan contoh keberadaan objek wisata pantai Monano di Kecamatan Monano.

Jarak tempuhnya dari pusat ibu kota kabupaten, kurang dari 30 menit, didukung infrastruktur jalan yang memadai menuju objek wisata tersebut.

Setiap tahun, jumlah pengunjungnya meningkat, bahkan di hari libur nasional pun pengunjungnya bisa mencapai ribuan. Sayangnya, fasilitas yang dibangun pemkab tidak dirawat dengan baik.

Mikdad meminta pemkab mendata jumlah aset daerah yang dibangun dari anggaran atau keuangan negara, agar dapat ditata, dijaga dan dimanfaatkan.

Kalau perlu, terang dia, pengelolaannya diserahkan kepada pemerintahan desa, Bumdes, atau Karang Taruna untuk dapat mengelolanya, agar aset tida sia-sia.

"Berbekal potensi sumber daya alam yang dimiliki, kita harus optimistis dapat menjadi daerah mandiri yang mampu mengelola potensi yang ada untuk kemajuan dan kesejahteraan," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Amri Nur Rahmat
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper