Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Pasar di Makassar Jadi Percontohan Protokol Kesehatan Covid-19

PD Pasar Makassar Raya mulai mendorong empat pasar induk di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadi percontohan dalam penerapan protokol kesehatan covid-19.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  13:35 WIB
PD Pasar Makassar Raya bersama tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional di Makassar.  - Foto/istimewa
PD Pasar Makassar Raya bersama tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional di Makassar. - Foto/istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - PD Pasar Makassar Raya mulai mendorong empat pasar induk di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadi percontohan dalam penerapan protokol kesehatan covid-19.

Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Saharuddin menyatakan keempat pasar tersebut adalah Pasar Pa'baeng Baeng, Pasar Sambung Jawa, Pasar Terong, dan Pasar Sentral.

Secara konsisten pasar-pasar tersebut akan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman di tengah pandemi Covid-19. Saat ini kaya Saharuddin baru satu pasar yang menjadi percontohan untuk penerapan protokol yakni Pasar Maricaya di Jalan Veteran Selatan.

"Di pasar itu setiap lapak sudah diberi plastik pemisah antara pedagang dan pembeli. Ini sudah berjalan. Termasuk aturan memakai masker dan pengadaan alat cuci tangan," kata Saharuddin, Senin (29/6/2020).

Ia menjelaskan, sosialisasi penerapan physical distancing di tengah wabah Corona akan masif dilakukan di pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar darurat di Makassar. Pasar-pasar darurat diniliai memiliki potensi besar tidak menerapkan physical distancing dibandingkan dengan pasar-pasar induk.

Menurut Saharuddin, di pasar-pasar darurat itu pada umumnya transaksi antara pembeli dan pedagang dilakukan sangat dekat. Sementara, di pasar-pasar induk sudah ada zonasi berupa lapak-lapak yang sudah tertata rapi.

"Kami bekerjasama dengan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), RT/RW, kelurahan, dan kecamatan, untuk menyosialisasikan kepada warga terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat saat di pasar," jelasnya.

Saharuddin menyebut, sebanyak 100 petugas pasar sudah dikerahkan untuk melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke pasar-pasar di Makassar. Mereka bertugas mengedukasi masyarakat agar selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak aman.

Seagai langkah konkret memperketat protokol kesehatan di pasar-pasar di Kota Makassar, pedagang yang tidak memakai masker akan dilarang berjualan. Begitu juga dengan pembeli yang datang tanpa memakai masker, maka tidak diizinkan masuk berbelanja di pasar.

"Penyemprotan disinfektan juga akan lebih masif selama Juni dan bulan Juli. Penyemprotan disinfektan di pasar-pasar kami lakukan dua kali dalam sepekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu," terang Saharuddin.

Namun ada pengecualian untuk Pasar Terong. Di Pasar yanh terletak di Jalan Bawakareng dan Jalan Masjid Raya ini dilakukan penyemprotan disinfektan setiap hari. Itu dilakukan sebab jumlah pedagang dipasar tersebut sangat banyak. Begitupun dengan jumlah kunjungan di Pasar Terong yang terbilang cukup tinggi

"Tapi kalau di 18 pasar yang ada di Makassa berada di wilayah dengan kasus (Covid-19) yang tinggi menurut data Dinkes, ya mungkin tiap hari kita minta. Pada saat tutup pasar disemprot," kata Saharuddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar Pasar Tradisional covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top