Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antrean Pemeriksaan Sampel Covid-19 di Sulut Membeludak

Pemprov Sulut tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan spesimen terkait Covid-19.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  20:23 WIB
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman

Bisnis.com, MANADO - Pemeriksaan spesimen terkait dengan virus Corona atau Covid-19 di Sulawesi Utara tersendat lantaran banyaknya antrean sampel yang belum diperiksa.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut Steaven Dandel mengatakan bahwa saat ini terdapat 1.800 spesimen untuk dilakukan pemeriksaan real time Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado yang masih menunggu hasil pemeriksaan.

"Terjadi bottle neck dalam penyelenggaraan surveilans sekarang ini karena begitu banyak sampel yang ditunggu hasilnya. Ada deadlock 1.800 sampel, walaupun gugus tugas sudah meningkatkan kapasitas pemeriksaan 250 sampel per hari dengan menambah tim dari Balai POM," ujar Steaven, Selasa (2/6/2020).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut akan mengirimkan sebagian sampel yang masih menunggu antrean ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Makassar.

"Itu solusi jangka pendek sehingga sampel-sampel yang ditunggu ini cepat didapat hasilnya," kata Steaven.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulut juga akan bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk membuka lagi laboratorium RT-PCR. Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan Covid-19 di Sulut.

Namun demikian, kata Steaven, lokasi dan waktu pembangunan laboratorium yang nantinya akan dikelola oleh Unsrat itu masih dibahas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top