Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Pandemi Corona, Pembangunan Huntap di Sulteng Berlanjut

Di tengah pandemi corona, pemerintah tetap membangun hunian tetap di Sulawesi Tengah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 April 2020  |  16:07 WIB
Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, di lokasi relokasi Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore, yang disediakan Buddha Tzu Chi sekitar 1.500 unit./Antara - Moh. Ridwan
Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, di lokasi relokasi Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore, yang disediakan Buddha Tzu Chi sekitar 1.500 unit./Antara - Moh. Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi virus corona baru COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan terus melakukan pembangunan perbaikan pascabencana gempa bumi dan likuefaksi di Sulawesi Tengah pada 2018.

Beberapa pembangunan yang terus dilakukan di antaranya adalah hunian tetap (huntap) dan rehabilitasi sejumlah fasilitas umum.

Pembangunan huntap tetap direalisasikan dengan memperhatikan dengan protokol keamanan terkait COVID-19 yakni physical dan social distancing di mana pengerjaan tiap rumah hanya dilakukan oleh tiga orang pekerja.

Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi dan likuifaksi tersebut menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 10/2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak Lainnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan penanganan pascabencana Sulteng meliputi tahap tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama,” ujar Basuki melalui siaran pers pada Senin (13/4/2020).

Pada tahap I, sudah ada 630 unit huntap yang dibangun. Pembangunan huntap di dilakukan di dua wilayah yakni Kelurahan Duyu, Kota Palu dan Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. Di Kelurahan Duyu dibangun 230 unit huntap dan di Desa Pombewe sebanyak 400 unit huntap.

Huntap dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), karena merupakan rumah tahan gempa dan proses pembangunannya yang lebih cepat dengan menggunakan sistem modular.

Di Kelurahan Duyu lahan yang sudah bebas seluas 14,1 hektare yang akan digunakan untuk 230 unit huntap dengan target selesai Mei 2020. Saat ini progres pembangunan mencapai 227 unit atau 98 persen.

Sementara itu, untuk huntap di Desa Pombewe saat ini pengerjaannya mencapai 180 unit atau 45 persen.

Pembangunan huntap di Sulteng juga melibatkan donatur yakni Yayasan Buddha Tzu Chi yang membangun 1.500 unit di Kelurahan Tondo, Kota Palu, dan 1.000 unit di Pombewe, Kabupaten Sigi. Huntap di Tondo dibangun dengan tipe 36 dan luas tanah 150 meter persegi.

Di sana saat ini ada 490 unit huntap yang telah selesai dan 962 unit dalam proses penyelesaian. Sebanyak 820 unit huntap ditargetkan selesai pada Mei 2020. Sementara, untuk Huntap Pombewe 85 unit telah rampung dan 225 unit dalam proses penyelesaian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR Gempa Palu
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top