Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menperin: Industri Galangan Kapal Nasional Berpotensi Berkembang

KMP Mew Rose rencananya berlayar rute Siwa, Kabupaten Wajo-Sulsel, dengan tujuam Tobako, Kolaka Utara-Sulawesi Tenggara. Kapal tersebut memiliki spesifikasi, panjang kapal keseluruhan 60,19 meter, lebar kapal 14 meter.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  20:45 WIB
Kapal Motor Penumpang (KMP) New Rose terlihat di Galangan Kapal PT Afta Teknik Mandiri dan Afta Trans Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2/2020). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kapal Motor Penumpang (KMP) New Rose terlihat di Galangan Kapal PT Afta Teknik Mandiri dan Afta Trans Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2/2020). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Kementerian Perindustrian menilai industri galangan kapal dalam negeri masih menjadi sektor yang potensial untuk terus dikembangkan. Hal itu dibuktikan oleh salah satu kapal feri yang diproduksi oleh perusahaan swasta asal Sulsel.

KMP New Rose merupakan kapal buatan pengusaha lokal, Baso Buniyamin di Galangan Kapal milik PT Afta Trans Mandiri, Jalan Barukang Makassar. Kapal tersebut bahkan diresmikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (10/2/2020).

KMP Mew Rose rencananya akan berlayar dengan rute Siwa, Kabupaten Wajo-Sulsel, dengan tujuam Tobako, Kolaka Utara-Sulawesi Tenggara. Kapal tersebut memiliki spesifikasi, panjang kapal keseluruhan 60,19 meter, lebar kapal 14 meter, beratnya 1.395 GT (Gross Tonage), yang mampu mengangkut 404 orang penumpang dan 40 kendaraan roda empat.

"Kehadiran KMP ini sebagai pertanda dan pembuktian bahwa sebetulnya industri dalam negeri itu sudah siap, termasuk industri galangan kapal," kata Agus.

Kemenperin meyakini tumbuhnya industri galangan kapal mampu memudahkan target pemerintah untuk membangun tol maritim atau tol laut sebagai upaya untuk menekan biaya logistik.

Menurut Agus, galangan kapal milik Baso tersebut menunjukkan bahwa kemampuan SDM dalam negeri tak kalah mumpuni. Bahkan, selain SDM Agus meyakini biaya produksi kapal feri di dalam negeri lebih kompetitif dibandingkan dengan tipe kapal dengan jenis yang sama. Yang mana sebelumnya, harus diimpor dari luar negeri.

Sebagai informasi, KMP New Rose tersebut, hanya membutuhkan nilai investasi sebesar Rp40 miliar. Sementara jika kapal feri impor harus dibeli dengan anggaran yang pelu disiapkan minimal Rp100 miliar.

"Melalui pembuktian itu, jika memang dibutuhkan kami akan mendorong adanya regulasi untuk membuat industri tumbuh termasuk galangan kapal, salah satunya," jelas Agus.

Pemerintah juga akan hadir dengan memberi bantuan dalam hal pendanaan untuk produksi kapal lainnya. Agus menyatakan, hal tersebut sebenarnya sudah diatur dalam UU Nomor 3 tahun 2014, agar pemerintah membangun dan membentuk lembaga pembiayaan industri itu sendiri.

Untuk KMP New Rose posisinya agak berbeda, sebab proyeknya dibuat sendiri, tidak bisa dijadikan agunan, jaminan terhadap bank. Padahal untuk membangun satu kapal feri membutuhkan anggaran yang relatif cukup besar sehingga memang harus ada 'intervensi' dari pemerintah agar industri tersebut bisa dibangun.

"Apalagi kalau industri galangan kapal ini sekaligus bisa membantu mempercepat proyek prioritas nasional kita dalam membangun jalan tol dalam menciptakan Indonesia menjadi negara maritim yang sesungguhnya," terang Agus.

Direktur PT Afta Trans Mandiri Baso Buniyamin menjelaskan produksi KMP New Rose sendiri menggunakan biaya sendiri. Seluruh alat dan bahan yang digunakan merupakan produksi dalam negeri. Kecuali mesin dan navigasi yang belum diproduksi di Indonesia.

"Untuk kedua alat itu harus didatangkan dari Yunani. Karena memang belum ada di Indonesia," ungkap Baso Buniyamin. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

galangan kapal sulawesi selatan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top