Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulut Gencar Bangun Konektivitas Udara

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah gencar membangun konektivitas udara baik dari dalam maupun luar negeri untuk menopang pengembangan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  15:47 WIB
Bandara Sam Ratulangi di Manado - angkasapura.co.id
Bandara Sam Ratulangi di Manado - angkasapura.co.id

Bisnis.com,MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tengah gencar membangun konektivitas udara baik dari dalam maupun luar negeri untuk menopang pengembangan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Henry Kaitjily mengungkapkan konektivitas memiliki peranan penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Oleh karena itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw gencar membangun konektivitas udara dari berbagai negara.

Dia menjelaskan bahwa sejumlah negara seperti China, Singapura, dan Filipina telah memiliki rute penerbangan langsung ke Sulut. Konektivitas dari ketiga negara itu kini dilayani baik menggunakan charter flight maupun penerbangan reguler.

“Kami ingin membuka lebih banyak lagi penerbangan reguler langsung ke depan,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (24/1/2020).

Henry mengharapkan ke depan akan ada penerbangan reguler dari China ke Sulut. Selain itu, pihaknya berharap akan ada dukungan maskapai lain yang menghubungkan rute Manado—Davao, Filipina, ke kota lainnya seperti Cebu dan Manila.

Untuk charter flight China ke Manado, pihaknya mendorong rute tersebut juga melibatkan seluruh maskapai. Hal itu sejalan tujuan Bumi Nyiur Melambai dalam jangka panjang.

“Agar ke depan Sulut menjadi hub karena sudah ada bandar udara internasional,” ujarnya.

Dari sisi konektivitas udara domestik, pihaknya juga berharap akan lebih banyak rute yang dibuka. Salah satunya untuk penerbangan dari Bali ke Manado.

Selain itu, dia juga mengharapkan lebih banyak penerbangan yang dibuka dari kawasan timur Indonesia (KTI) dan wilayah lain di Pulau Sulawesi ke Bumi Nyiur Melambai. 

“Jadi kalau mereka ingin ke Singapura tidak perlu ke Jakarta bisa ke Manado saja. Begitu juga kalau ingin ke Filipina dan ke depan mereka bisa ke mana-mana,” imbuhnya.

Sebelumnya, Minggus E.T Gandeguai, General Manager Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi mengungkapkan pertumbuhan pembukaan rute baru ke Manado terbilang tinggi pada 2019.

Pasalnya, tercatat terjadi kenaikan 160% dari pembukaan lima rute baru pada 2018 menjadi 13 rute baru tahun lalu.

Berdasarkan data Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi, terdapat empat penerbangan reguler ke Manado yang dibuka pada 2019. Selain itu, terdapat delapan penerbangan sewa atau charter flight baru yang dibuka tahun lalu.

Beberapa rute penerbangan baru yang dibuka sepanjang tahun lalu antara lain Manado—Davao, Filipina, Manado—Nanjing, China, dan Manado—Morotai.

Minggus menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembukaan rute baru ke Manado yakni pengembangan pariwisata. Hal itu terlihat dari banyaknya pembukaan penerbangan sewa dari berbagai kota di China.

“Jadi pemerintah daerah sangat aktif dalam mempromosikan pariwisata di Sulut. Ini terlihat dari pergerakan penumpang internasional yang stabil bahkan ada peningkatan setiap tahunnya di tengah penumpang domestik yang mengalami penurunan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata penerbangan sulut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top