Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT Vale Indonesia Dorong Potensi Energi Baru Terbarukan

Perusahaan pengelola nikel yang berpusat di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur ini bahkan telah memiliki tiga PLTA yang tersebar di tiga kecamatan Luwu Timur.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  17:55 WIB
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan - ANTARA/Basri Marzuki
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, MAKASSAR -- Merujuk pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 419,3 Gigawatt, sementara kapasitas terpasang baru 10,2 GW.

Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyatakan salah satu sumber daya yang berpotensi mendorong lahirnya energi terbarukan yakni sumber daya air.

Dengan potensi itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi pembangkit EBT terbesar 52% dan masih bisa dikembangkan.

"Indonesia merupakan negara dengan potensi PLTA terbesar ke-8 dunia, namun menempati peringkat ke-33 dalam jumlah kapasitas terpasang PLTA," ungkap Abdul Malik pada Simposium Keberlanjutan yang digelar PT Vale Indonesia di Makassar,  Jumat (10/1/2020).

Porsi energi terbarukan di Indonesia hingga 2018 sendiri baru mencapai 8,55%, sementara pemerintah telah mematok target sebesar 23% hingga 2025. Rencana pemerintah hingga 2025 yakni meningkatkan porsi energi baru terbarukan.

Terutama berbasis hydro, mini hydro, dan panas bumi. Sebab potensinya melimpah dan sudah ada kontrak untuk mengembangkan EBT tersebut.

Melihat potensi yang PT Vale Indonesia turut berupaya mengampil peran dalam mendorong peningkatan energi terbarukan di Indonesia.

Perusahaan pengelola nikel yang berpusat di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur ini bahkan telah memiliki tiga PLTA yang tersebar di tiga kecamatan Luwu Timur. Di antaranya, Kecamatan Larona, Balambano, dan Karebbe.

Ketiganya bahkan mampu menyumbang daya 10,7 MW untuk kebutuhan listrik masyarakat melalui PLN.
Deputi CEO PT Vale Febriany Eddy mengatakan, upaya mendorong peningkatan energi terbarukan sudah menjadi komitmen perseroan. Utamanya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan EBT menurut dia juga harus mengedepankan kelestarian lingkungan.

"Bagi perseroan menerapkan energi terbarukan menjadi hal penting agar kelestarian lingkungan tetap terjaga bagi anak cucu kita. Bumi adalah titipan anak cucu kita. Bukan warisan nenek moyang. Jadi mari menjaga keberlanjutan lingkungan untum kebaikan bersama," jelas Febri.

Selain memberi kontribusi bagi masyarakat untuk pasokan listrik, PLTA Vale juga menjadi salah satu upaya perseoran untuk melakukan efisiensi terhadap biaya produksi. Sebelumnya biaya produksi mencapai USD 10.000 per ton, kini hanya di bawah USD 6.000 per ton.

Menurut dia, ketiga PLTA yang airnya bersumber dari tiga danau yakni Matano, Nahalona dan Towuti itu berfungsi sebagai pemasok listrik untuk mengoperasikan furnace alias tahap tanur peleburan dan pengolahan bijih nikel di pusat pengolahan atau process plant.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi langkah yang telah diambil PT Vale yang turut berkontribusi dalam mendorong peningkatan energi terbarukan.

"Ini adalah bentuk kerja sama dan kolaborasi, untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Tentunya tetap diikuti dengan kebijakan agar lingkungan di sekitar tetap terjaga," kata Sudirman.

Secara umum, ia menjelaskan pengembangan EBT di Sulsel yang melibatkan investor harus tetap ramah terhadap lingkungan. Dunia industri diminta untuk menghindati terjadinya isu lingkungan dan konflik sosial.

"Misi keberlanjutan perlu menjadi kerangka pikir utama dunia usaha. Itu yang utama dan perlu diperhatikan," tegas Sudirman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan vale indonesia tbk
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top