Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1.200 KK Korban Gempa Palu Siap Direlokasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah mencatat baru sekitar 1.200 Kepala Keluarga korban gempa, tsunami dan likuefaksi siap direlokasi ke hunian tetap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  18:35 WIB
Sebuah rambu berisikan pemberitahuan daerah rawan tsunami serta langkah yang perlu dilakukan bila terjadinya gempa dan tsunami terpasang di Kawasan Pantai Teluk Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/12/2019). Pemasangan rambu di sepanjang kawasan Pantai Teluk Palu itu guna memperkuat sistem mitigasi bencana terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai. - Antara/Mohamad Hamzah
Sebuah rambu berisikan pemberitahuan daerah rawan tsunami serta langkah yang perlu dilakukan bila terjadinya gempa dan tsunami terpasang di Kawasan Pantai Teluk Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/12/2019). Pemasangan rambu di sepanjang kawasan Pantai Teluk Palu itu guna memperkuat sistem mitigasi bencana terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai. - Antara/Mohamad Hamzah

Bisnis.com, PALU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah mencatat baru sekitar 1.200 Kepala Keluarga korban gempa, tsunami dan likuefaksi siap direlokasi ke hunian tetap.

Kepala BPBD Kota Palu Singgi B Prasetyo, di Palu, Jumat (21/12/2019) mengatakan 1.200 kepala keluarga yang siap di relokasi tersebut dipastikan data mereka susah valid setelah petugas melakukan pengecekan lapangan serta kelengkapan dokumen administrasi sebagai syarat utama.

"Petugas kami sudah mengecek lokasi warga terdampak yang ingin direlokasi termasuk bukti-bukti kepemilikan mereka," ujar Singgi yang juga mantan Asisten Bidang Ekonomi dan Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palu.

Dia memaparkan, data valid warga yang direlokasi sangat dinamis dan masih bersifat sementara, sebab sewaktu-waktu data tersebut bisa berubah karena setiap hari petugas BPBD melakukan pendataan.

Sehingga tidak menutup kemungkinan data tersebut semakin bertambah. Sejak Juni 2019 Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sudah melakukan pendataan yang sama terhadap korban bencana, saat itu baru sekitar 1.059 bersedia direlokasi yang telah memenuhi syarat.

"Warga korban gempa, tsunami dan likuefaksi akan direlokasi di tiga lokasi yang sudah ditetapkan di antaranya hunian tetap Kelurahan Tondo-Talise Kecamatan Mantikulore dan Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga berdasarkan penetapan lokasi oleh pemerintah, " jelas Singgi.

Dikemukakannya, dari 4.700 yang mengembalikan formulir beberapa bulan lalu sekitar 3.000 lebih warga menyatakan siap direlokasi namun saat ini mereka yang sudah melengkapi sejumlah persyaratan teknis baru sekitar 1.200 kepala keluarga.

"Kami masih menunggu warga yang melengkapi dan menyetor kelengkapan berkasnya," kata dia menambahkan.

Hingga akhir 2019 sejumlah wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi relokasi masih dalam tahap pembangunan, salah satunya hunian tetap yang disediakan Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tondo dengan estimasi bangunan sebanyak 1.500 unit namun rencananya tahap awal di bangun sebanyak 200 unit.

"Pemkot memastikan, di lahan relokasi Tondo siap dibangun 2.200 hunian dari sumbangan berbagai pihak dengan tingkat kebutuhan sekitar 7.000 hunian," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Palu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top