Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ESDM Tambah 2.000 SR Jaringan Gas di Kabupaten Wajo

Sulawesi Selatan menadapat jatah pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga yang tengah didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  17:12 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR -- Sulawesi Selatan menadapat jatah pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga yang tengah didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dari 18 kabupaten/kota, satu di antaranya telah dibangun di Kabupaten Wajo.

Pada 2019 ini, pembangunan jaringan gas di Kabupaten Wajo dilakukan di dua kecamatan yakni Kecamatan Tempe, yang meliputi wilayah Kelurahan Tempe dan Kelurahan Mattirotappareng, dan di Kecamatan Tanasitolo yang meliputi Desa Ujung Baru, Assorajang, Pakkanna, dan Ujunge. Yang mana jaringan gas tersebut telah diresmikan pada Oktober 2019 lalu.

Pembangunan jargas rumah tangga ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat Wajo.

Misalnya saja mampu menghemat pengeluaran bahan bakar hingga membantu mengurangi beban subsidi BBM atau gas LPG di sektor rumah tangga.

Sekertaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Sentot Irawan mengatakan Kabupaten Wajo telah melaksanakan pembangunan jargas rumah tangga sebanyak 3.865 Sambungan Rumah (SR). 

"Pada 2020 mendatang, Wajo akan mendapat tambahan jargas sebanyak 2.000 SR. Sementara target pembangunan jargas rumah tangga untuk Wajo yakni 5.700 SR," ungkap Irawan, Selasa (17/12/2019).

Ia merincikan, 5.700 jargas rumah tangga tersebut tidak harus diselesaikan selama satu tahun. Tetapi bisa dilakukan secara multi years atau secara bertahap.

Namun, Irawan memastikan penambahan 5.700 SR akan diselesaikan hingga mencapai target tersebut. 

Meski jargas rumah tangga sudah dibangun di Wajo, namun menurut Irawan seiring dengan rencana penambahan SR, persepsi masyarakat juga perlu diubah. Utamanya, persepsi terkait fungsi gas yang cenderung masih keliru. Menurutnya, masyarakat masih kerap memandang bahwa gas bisa memicu ledakan.

"Ini yang perlu diubah untuk mendukung kelancaran pembangunan jargas rumah tangga ini. Karena, jika dikelola dengan baik kan akan lebih bermanfaat. Kita harap pemerintah wajo bisa mensosialisasikan tentang hal ini," jelas Irawan.

Ke depan, Dinas ESDM berencana bakal mengembangkan proyek jaringan gas rumah tangga ke daerah lain.

Kendati demikian harus tetap mengacu pada regulasi dalam hal ini adalah Rencana Umum Energi Daerah (RUET). Irawan menyebut, RUET sendiri sebenarnya sudah ada namun belum menyentuh secara menyeluruh. 

"Proses registrasi saat ini sudah masuk dalam di DPRD. Kalau itu jadi, pokoknya itu salah satu prasyarat utama kita untuk bisa berkembang ke depan. Kalau itu sudah jadi, maka akan membantu membangun jaringan pipa dari Wajo sampai Makassar," papar Irawan.

Sebagai informasi, jargas rumah tangga yang dikelola oleh  PT. Energy Equity EPIC memiliki kapasitas sebesar 60 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) yang diperuntukkan bagi beberapa pihak selaku pembeli gas.

Di antaranya PT Pertamina (City Gas) dengan kapasitas sebesar 0,2 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD), atau 1% dari kapasitas keseluruhan gas yang dihasilkan.

Saat ini, kapasitas yang terealisasi baru mencapai 0,3 MMSCFD, yang mengaliri 3.865 sambungan rumah tangga di Wajo.

Diharapkan program tersebut bisa berlanjut, sehingga mampu mengakomodir kebutuhan gas seluruh rumah tangga yang ada di Kabupaten Wajo, bahkan ke daerah lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

esdm pipa gas wajo
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top