BI Sulut Dorong Percepatan Implementasi Penerapan QRIS

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara mendorong percepetan implementasi penerapan quick response Indonesian Standard lewat sosialisasi kepada para merchant yang ada di Bumi Nyiur Melambai.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  16:08 WIB
BI Sulut Dorong Percepatan Implementasi Penerapan QRIS
Pegawai Bank Indonesia (BI) menunjukkan bukti transaksi menggunakan peluncuran QR Code Indonesian Standard (QRIS) di halaman Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Bank Indonesia meluncurkan QRIS untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking dan implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, MANADO— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara mendorong percepetan implementasi penerapan quick response Indonesian Standard lewat sosialisasi kepada para merchant yang ada di Bumi Nyiur Melambai.

Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan “Merchant Gathering” di Kota Manado, Rabu (4/12/2019). Kegiatan itu dihadiri sejumlah merchant seperti rumah makan dan restoran, pengusaha oleh-oleh, agen perjalanan, gerai ritel, pemerintah daerah, dan pengelola pusat perbelanjaan.

Kepala Kanwil BI Sulut Arbonas Hutabarat menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat oleh bank sentral. Adapun, kebijakan yang menjadi fokus yakni gerakan nasional non tunai (GNNT) melalui penggunaan kartu dan melalui quick response Indonesian standard (QRIS). 

“Untuk mensosialisasikan QRIS yang pada 17 Agustus 2019 kami luncurkan. Sudah 4,5 bulan kami berikan masa transisi dan kami mau lihat kesiapan dari temen-temen [merchant],” ujarnya, Rabu (4/12/2019).

Dia menegaskan bahwa QRIS harus diimplementasikan oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) baik lokal maupun asing terhitung mulai 1 Januari 2020. Hal itu menurutnya termasuk untuk dua PJSP asal China yang kerap digunakan oleh wisatawan asal Negeri Panda yang berkunjung ke Bumi Nyiur Melambai.

“Bank Indonesia melalui kebijakannya menggabung atau mengajak PJSP asing berkolaborasi dengan PJSP dalam negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arbonas menyebut Alipay dan WePay kini tengah memproses kolaborasi dengan PJSP dalam negeri. Dengan demikian, pihaknya optimistis dua sistem PJSP asing itu dapat menerapkan QRIS pada kuartal I/2020.

“Kalau dia sudah lengkap dokumentasi [aspek legal] harus menggunakan QRIS,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, manado, sulut, QR code

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top