Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mentan Syahrul Bantu Bibit Pertanian Mahasiswa Unhas

Bantuan tersebut sebagai bentuk stimulan agar mahasiswa pertanian mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di sektor pertanian.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 26 November 2019  |  19:39 WIB
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengunjungi green house Fakultas Pertanian Unhas usai membawakan kuliah umum, Selasa (26/11 - 2019).
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengunjungi green house Fakultas Pertanian Unhas usai membawakan kuliah umum, Selasa (26/11 - 2019).

Bisnis.com, MAKASSAR -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan bibit sejumlah komoditas kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas.

Bantuan tersebut sebagai bentuk stimulan agar mahasiswa pertanian mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di sektor pertanian.

Syahrul mengatakan, generasi muda saat ini sudah sepatutnya didorong agar memiliki skill. Yang mana tidak hanya sebatas memiliki pemahaman teori tetapi juga bisa mempraktikkannya secara ril di lapangan. Utamanya memasuki era industri 4.0

"Kita ingin ke depan mahasiswa ini bisa menjadi insinyur yang sekaligus tidak hanya tahu teori saja tetapi juga paham tentang kondisi di lapangan. Itu akan terus kita dorong," ungkap Syahrul usai membawakan kuliah umum di Fakultas Peternakan Unhas, Selasa (26/11/2019).

Adapu jenis bibit tanaman yang diberikan yakni bibit mangga, bibit jagung, dan bibit anggur.

Selain membagikan bibit pertanian, Syahrul juga memaparkan rencana-rencana strategisnya, termasuk program kerja jangka pendek untuk mendukung perekonomian nasional dalam konteks global.

Syahrul juga mengemukakan tentang upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan yang mulai terus dilakukan Kementerian Pertanian.

Program tersebut rencananyan dicanangkan dalam waktu 6 tahun di daerah rentan rawan pangan yang pada tahun 2018 menyentuh angka 18%.

"Untuk daerah rawan pangan, kita akan berupaya menurunkan menjadi 10% pada tahun 2024. Diplomasi pertanian kalau tidak bagus maka akan merusak jalur distribusinya," jelasnya.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengemukakan siap mendukung setiap proogram yang akan dilakukan mantan gubernur Sulsel dua periode itu.

Kehadiran Syahrul diharap mampu meningkatkan dorongan kepada para mahasiswa dan sivitas akademika lingkup agrokompleks agar antusias dalam memajukan kualitas dan kuantitas pertanian Indonesia, khususnya daerah.

"Kalau Pak Menteri punya tugas untuk kami, silahkan disampaikan, karena kami menyatakan siap dalam mendukung program-program kerja dalam proses pembangunan pertanian Indondesia," terang Dwia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syahrul yasin limpo kementan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top