Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Tomat Masih Tinggi, TPID Sulut Bakal Gelar Operasi Pasar Lagi

Tim pengendalian inflasi daerah Provinsi Sulawesi Utara akan kembali menggelar operasi pasar, khususnya untuk komoditas tomat sayur, yang masih dijual dengan harga tinggi ke tingkat konsumen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 November 2019  |  19:10 WIB
Pekerja menyortir tomat - ANTARA/Anis Efizudin
Pekerja menyortir tomat - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, MANADO— Tim pengendalian inflasi daerah Provinsi Sulawesi Utara akan kembali menggelar operasi pasar, khususnya untuk komoditas tomat sayur, yang masih dijual dengan harga tinggi ke tingkat konsumen.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) Ronny Erungan mengungkapkan pekan lalu dilakukan operasi pasar sebanyak dua kali. Menurutnya, saat ini harga cabai rawit merah sudah mengalami penurunan.

Ronny mengatakan saat ini harga cabai rawit merah bervariasi mulai dari Rp50.000 per kilogram (kg)—Rp90.000 per kg. Besaran harga yang dipatok tergantung dari jenis atau asal komoditas itu.

Dia menyebut rerata harga cabai rawit merah dijual Rp70.000 per kg. Harga termahal dibanderol untuk cabai rawit merah asal Provinsi Gorontalo yakni Rp90.000 per kg.

Di sisi lain, Ronny menjelaskan bahwa harga tomat sayur saat ini masih terbilang tinggi. Pasalnya, komoditas itu diperdagangkan dengan kisaran Rp16.000 per kg—Rp18.000 per kg.

“Minggu depan kami akan buat operasi pasar lagi terutama untuk tomat,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/11/2019).

Secara terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Arbonas Hutabarat mengungkapkan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) terus melakukan operasi pasar secara rutin. Kegiatan itu menurutnya akan terus dilakukan hingga akhir 2019.

“Saya dengar [operasi pasar] sampai tiga kali seminggu,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan kenaikan harga cabai rawit merah sudah mulai mereda. Menurutnya, harga normal untuk komoditas itu Rp45.000 per kg—Rp50.000 per kg.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga cabai rawit merah di Sulut berada di Rp87.500 per kg pada 22 November 2019. Posisi itu terpaut jauh dibandingkan dengan rerata harga di semua provinsi Rp53.550 per kg.

Kendati demikian, PIHPS mencatat harga cabai rawit merah di Sulut berangsur turun dari Rp100.000 per kg pada 13 November 2019. Posisi Rp87.500 per kg menjadi yang terendah di Sulut sepanjang November 2019.

Sementara itu, Arbonas menyebut masih terjadi kenaikan harga untuk tomat sayur. Pasalnya, komoditas itu masih dijual dengan kisaran Rp18.000 per kg.

“Kami harapkan tomat sayur harganya bisa di Rp10.000 per kg supaya bisa membantu inflasi terkendali,” jelasnya.

Seperti diketahui, inflasi Sulut yang diwakili Kota Manado sebesar 1,22% pada Oktober 2019. Posisi itu lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,02%.

Tomat dan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi Manado pada Oktober 2019. Dua komoditas itu berkontribusi masing-masing 0,875% dan 0,4278%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tomat Inflasi bahan pokok sulut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top