BI Sulut Keliling Pulau 3T Tukarkan Uang Tidak Layak Edar

Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara akan mengelilingi Pulau Salibabu, Pulau Kakorotan, Pulau Marampit, Pulau Miangas, Pulau Kawaluso, Pulau Marore, dan Pulau Kalama dengan total durasi 9 hari.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  17:29 WIB
BI Sulut Keliling Pulau 3T Tukarkan Uang Tidak Layak Edar
Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Haratua Pangabean (tengah) memberangkatkan rombongan kas keliling ke pulau 3T di Pelabuhan Bitung, Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (8/10/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, MANADO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara menggelar layanan kas keliling ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil yang berlangsung pada 8 Oktober 2019 hingga 16 Oktober 2019.

Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara akan mengelilingi Pulau Salibabu, Pulau Kakorotan, Pulau Marampit, Pulau Miangas, Pulau Kawaluso, Pulau Marore, dan Pulau Kalama dengan total durasi 9 hari. Perjalanan tersebut ditempuh dengan menggunakan KRI Sultan Nuku milik Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut.

Rombongan diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WITA dari Pelabuhan Bitung, Bitung, Sulawesi Utara. Sekitar 15 tim dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut turut bergabung untuk memberikan layanan kas keliling tersebut.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Haratua Pangabean menjelaskan bahwa akan dilakukan penukaran kas keliling. Bank sentral akan menarik uang-uang tidak layak edar dari masyarakat di pulau-pulau terpencil.

“Kami juga melakukan edukasi penggunaan uang rupiah di negara Indonesia,” ujarnya di Bitung, Selasa (8/10/2019).

Haratua mengatakan edukasi dilakukan terkait mengenai ciri-ciri uang asli. Dengan demikian, masyarakat dapat mengidentifikasi uang yang diterima.

Untuk penukaran uang, lanjut dia, pada prinsipnya Bank Indonesia menerima semua pecahan baik berbentuk kertas maupun logam. Namun, dari hasil evaluasi kegiatan sebelumnya, kebutuhan masyarakat di kepulauan lebih kepada transaksi dengan nilai nominal kecil.

Dengan demikian, Bank Indonesia akan mengedarkan uang yang segar atau hasil cetak sempurna.

“Jadi masyarakat di wilayah 3T bisa menukarkan uangnya ke teman-teman yang datang. Kami membawa sekitar kurang lebih Rp1 miliar,” jelasnya.

Dia mengungkapkan jumlah itu sudah sesuai dengan prediksi. Artinya, Bank Indonesia telah menyesuaikan dengan kebutuhan di tiap pulau.

“Kami juga sudah mengkoordinasikan dengan pemangku kepentingan di pulau setempat untuk mensosialisaikan adanya penukaran uang,” imbuhnya.

Selain kegiatan kas keliling dan sosialisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut juga akan menggelar kegiatan bakti sosial. Bantuan akan diberikan kepada rumah ibadah, fasilitas pendidikan, dan fasilitas kesehatan di pulau yang dikunjungi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top